Jakarta, Intra62.com – Gubernur DKI Jakarta DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menerima kedatangan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas berbagai masalah terkait pembangunan Jakarta.
Rencana pembangunan gedung Bank Jakarta di Lot 1 SCBD, Jakarta Selatan, adalah salah satu topik diskusi di pertemuan itu.
Di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa, Pramono Anung menyatakan, “Kami memohon persetujuan Pak Menteri untuk bisa disetujui (pembangunan Gedung Bank Jakarta), dan kami akan segera bangun di SCBD untuk pusat Bank Jakarta dalam bentuk kerja sama dengan Kementerian Keuangan.”
Selain itu, Pramono dan Purbaya juga membahas pengurangan dana bagi hasil (DBH) pemerintah pusat untuk Jakarta.
Prabono menegaskan bahwa pemerintah provinsi DKI Jakarta akan mengikuti kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat dan sepenuhnya menerima keputusan tersebut.
Pramono menyatakan, “Kami akan mengikuti dan menyesuaikan, karena kami tahu pasti tindakan yang diambil oleh pemerintah pusat sudah dipikirkan secara matang.”
Purbaya menyatakan senang dengan rencana pembangunan Gedung Bank Jakarta.
Oleh karena itu, ia berharap proyek tersebut segera dimulai tahun ini dan selesai dalam 15 bulan ke depan.
Dia mengklaim bahwa pembangunan gedung akan mendorong perekonomian dan memungkinkan penyerapan tenaga kerja.
Dan apa yang paling penting? Purbaya menyatakan bahwa dia tidak mengeluarkan uang. Uangnya berasal dari Bank Jakarta cukup banyak. Menurutnya, lebih baik digunakan untuk meningkatkan aktivitas perekonomian pembangunan daripada tidak digunakan.
Bank tersebut akan dibangun di tanah milik Kementerian Keuangan, kata Purbaya.
Pemerintah pusat akan menarik tiga puluh persen keuntungan dari gedung yang disewa oleh Bank Jakarta selama lima puluh tahun.
Saya menerima pinjaman tanah dari Bank Jakarta selama lima puluh tahun, dan saya memenuhi perjanjian lima puluh tahun.
Menkeu Purbaya menjelaskan, “Ya, nanti dibagi tiga. Pemerintah Pusat akan mendapatkan 30% dari gedung itu.”
(Red).
