Jakarta, intra62.com –
Mamit Setiawan, Sekretaris Perusahaan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), mengatakan penghargaan Platinum Alignment dalam Nusantara CSR Awards (NCSRA) 2026 menunjukkan bahwa transformasi peran CSR dalam strategi bisnis perusahaan telah berjalan dengan baik.
Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, dia menyatakan, “Penghargaan ini menunjukkan bahwa program TJSL PLN EPI tidak hanya berorientasi sosial, tetapi juga mampu melindungi nilai ekonomi perusahaan secara nyata dan terukur. Inilah arah baru CSR yang kami dorong.”
Ia menambahkan bahwa program pengelolaan sampah organik berbasis maggot tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang membantu meningkatkan keberlanjutan bisnis perusahaan dan menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.
Selain mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) Nomor 12 terkait Konsumsi dan Produksi yang Berkelanjutan, program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) atau tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menerapkan prinsip lingkungan, sosial, dan pemerintahan (ESG).
Rabu, 8 April 2026, La Tofi School of Social Responsibility menyelenggarakan Ajang Penghargaan NCSRA ke-17 pada tahun 2026.
Penghargaan ini diberikan kepada program TJSL Pengelolaan Sampah Organik Dapur (SOD) melalui budi daya maggot burung hitam tentara (BSF) di Gunung Kidul, DIY. Program ini dinilai memiliki kontribusi yang signifikan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi komunitas dan menciptakan nilai dalam rantai pasokan.
Program ini berada dalam kategori ketahanan ekonomi masyarakat dan rantai nilai dengan skor 90,80.
Selain itu, program tersebut menerima predikat Champion Candidate of Corporate Economic Protection Index (CEPI) dengan nilai 2,72, yang menunjukkan bahwa setiap investasi Rp1 dalam CSR dapat melindungi sekitar Rp2,72 nilai ekonomi dari eksposur risiko operasional perusahaan.
Mamit menyatakan bahwa TJSL bagi PLN EPI bukan lagi sekadar kewajiban melainkan investasi strategis yang mengubah risiko menjadi nilai, limbah menjadi sumber daya, dan masyarakat menjadi mitra dalam membangun ketahanan bisnis yang berkelanjutan.
Baca Juga : PLN: Pada Lebaran 2026, penggunaan SPKLU akan meningkat empat kali lipat.
Baca Juga : Pada Periode RAFI 1447 H, PLN Nusantara Power Menghasilkan 14,1 GW daya.
(RED).
