• Tue. Apr 28th, 2026

Pihak Taksi Green SM Berbicara Diduga Menjadi Penyebab Kecelakaan KA Argo Bromo Vs KRL.

ByBunga Lestari

Apr 28, 2026

Jakarta, Intra62.com – Manajemen PT Green Star Mandiri (Green SM), yang memiliki armada “Taksi Hijau”, berbicara tentang kemungkinan penyebab kecelakaan beruntun yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL.

Tujuh orang tewas dalam kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Management Green SM menyatakan melalui akun media sosial resminya bahwa mereka telah memberikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang.

Perusahaan menyatakan komitmen penuhnya untuk bekerja sama dengan orang lain selama proses penyelidikan.

Manajemen Green SM menulis dalam keterangannya di akun Instagram @id.greensm pada Selasa (28/4/2026) dini hari, “Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan.”

Seiring dengan informasi yang telah terverifikasi, Green SM akan terus menyampaikan perkembangan terbaru.

Sebelumnya diberitakan bahwa pada Senin malam terjadi kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Bekasi–Jakarta di Stasiun Bekasi Timur.

Menurut Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), insiden ini diduga terjadi karena KRL menabrak taksi hijau di jalan.

Dia menduga bahwa salah satu faktor yang menyebabkan tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL adalah peristiwa di perlintasan tersebut.

Di Stasiun Bekasi Timur, dia mengatakan, “Kami memperkirakan bahwa sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplacement Bekasi Timur ini agak terganggu karena kejadian ini dimulai dengan temperan taksi hijau di JPL 85.

Tabrakan menyebabkan lokomotif KA Argo Bromo masuk ke gerbong KRL belakang, menyebabkan kerusakan yang signifikan.

Karena bangku yang tertutup dan bagian gerbong yang rusak, banyak penumpang kesulitan mengevakuasi diri.

Di area parkir Stasiun Bekasi Timur, ambulans disiagakan, dan korban luka dievakuasi dengan tandu oleh petugas.

Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melakukan penyelidikan untuk menentukan sumber kecelakaan.

7 Tewas: Tujuh penumpang KRL meninggal dunia dan 81 orang lainnya luka-luka dalam kecelakaan KRL dan Argo Bromo Anggrek.

Baca Juga : Prabowo Bangga Layanan KRL Sebanding Dengan Transportasi Eropa

Baca Juga : Prabowo akan bayar Utang Whoosh, 1,2 Triliun

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/