Jakarta, Intra62.com – Tiga petugas keamanan dimintai keterangan oleh Polres Metro Jakarta Pusat setelah video yang menunjukkan terduga pencopet diarak di Pasar Tanah Abang menjadi viral.
Di Jakarta, Selasa, Kapolsek Tanah Abang, Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Haris Akhmad Basuki mengatakan, “Untuk saat ini, masih dilakukan pengembangan. Kami sudah memeriksa tiga petugas keamanan.”
Dia menyatakan bahwa pencopetan di Pasar Tanah Abang itu terjadi pada hari Minggu, 16 November. Beberapa hari kemudian, video tersebut menjadi viral.
Dia menyatakan bahwa berdasarkan keterangan ketiga petugas keamanan, diduga pelaku copet adalah ibu rumah tangga berinisial EA (43), yang tinggal di Palembang.
Dia menjelaskan bahwa setelah petugas menangkap terduga pelaku copet di pos keamanan, sejumlah besar orang mengusulkan agar wanita itu digunduli dan kemudian diarak untuk membuat orang jera.
Haris mengatakan, “Saksi kemudian mengarak orang yang diduga pelaku dan menempelkan tulisan “Saya copet”. Setelah selesai pencopet diarak, pelaku dipulangkan dan barang bukti dompet korban dikembalikan.”
Dia juga menyatakan bahwa alasan petugas keamanan tidak menyerahkan pelaku kepada polisi adalah karena mereka panik dan terpengaruh oleh rekomendasi massa.
Karena itu, Haris menyatakan bahwa mereka terus mengumpulkan bukti dan saksi untuk melanjutkan penyelidikan kasus tersebut.
Haris menjelaskan, “Saksi ditangkap dan tidak menyerahkan atau koordinasi dengan polisi karena sudah panik, massa ramai, serta terpengaruh dengan saran massa yang ada pada saat itu.”
Video yang tersebar luas itu menunjukkan seorang wanita diarak oleh petugas keamanan di sela-sela kios pedagang di Pasar Tanah Abang. Orang yang diarak diduga mengenakan kalung bertuliskan “saya copet”.
Baca Juga :Ribuan Titik Pengeboran Air Di Tanah Milik Perusahaan Di Jabar Tidak Memiliki Izin.
(Red).
