Jakarta, Intra62.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto kembali meraih penghargaan bergengsi tersebut. Kota Mojokerto baru-baru ini berhasil meraih predikat “Kota Paling Inovatif” pada Innovative Government Awards (IGA) 2023 yang dipersembahkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada Pj Wali Kota Mojokerto M. Ali Kuncoro pada acara IGA Awards 2023 yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Selasa (12/12/2023).
Setelah menerima penghargaan, Ali menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan prestasi Kota Mojokerto di semua tingkatan. Menurutnya, diraihnya penghargaan ini membuktikan bahwa iklim inovasi sudah menjadi kebiasaan di seluruh pelayanan dan program Kota Mojokerto.
“Penghargaan ini semakin menggugah semangat kita bersama untuk mengembangkan, semakin meningkatkan dan mengamalkan inovasi. Saya berterimakasih kepada seluruh ASN pemerintah kota Mojokerto yang tak kenal lelah berinovasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/12/2023).
Baca Juga: Indonesia Menjadi Ketua MAC

Lebih lanjut Ali yang juga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jawa Timur menjelaskan, ada dua inovasi unggulan yang membuat Kota Mojokerto berhasil meraih predikat Kota Paling Inovatif.
Pertama, inovasi Canting Gula Mojo (pencegahan stunting, gerakan pemberdayaan masyarakat unggul di kota Mojokerto) dan Adi Pintar (Asesmen Diagnostik dan Penilaian Terpadui hasil pembelajaran).
Canting Gula Mojo merupakan program inovasi terpadu penurunan stunting yang melibatkan remaja putri, pengantin, ibu hamil, ibu nifas hingga anak kecil, yang calon dilaksanakan lintas sektor.
Inovasi kedua adalah inovasi Adi Pintar, yaitu aplikasi pembelajaran berdiferensiasi yang memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan kemampuan belajarnya. Inovasi ini membantu Anda menangkap hasil keterampilan siswa di awal pembelajaran dan memahami gaya, bakat, dan minat belajar siswa sebelum memasuki proses pembelajaran yang berbeda.
“Kedua inovasi ini sudah berjalan di Mojokerto dan berhasil memberikan dampak dalam mengatasi permasalahan yang ada. Canting Gula Mojo merupakan inisiatif kami untuk menurunkan stunting. Begitu pula dengan Adi Pintar yang responsif terhadap kebutuhan belajar siswanya,” bebernya.
Ia juga menegaskan Kota Mojokerto akan terus melihat inovasi demi inovasi. Tidak hanya penciptaan inovasi baru, namun implementasinya juga dapat diprioritaskan dan berdampak signifikan terhadap penyelesaian masalah.
“Implementasinya adalah urat nadi inovasi. Begitu sebuah inovasi terwujud, masyarakat akan merasakan dampak sebenarnya. Itulah tujuan kami ke depan,” tutupnya.
Sekadar informasi, Mojokerto mendaftarkan 176 inovasi ke Kementerian Dalam Negeri sebelum dinobatkan sebagai kota paling inovatif. Beberapa inovasi tersebut diterapkan pada berbagai tahapan evaluasi, seperti Canting Gula Mojo, presentasi Adi Pintar, dan validasi lapangan. (merah/intra62)
