Jakarta, Intra62.com – Maria Corina Machado, burunan pemimpin oposisi Venezuela, menyatakan niatnya untuk kembali ke Venezuela segera untuk berpartisipasi dalam transisi politik dan “pembangunan negara baru”.
“Segera, saya akan kembali ke Venezuela untuk bekerja sama dalam transisi dan pembangunan negara yang luar biasa, tempat anak-anak kita akan kembali,” kata Machado dalam unggahan di X pada Rabu.
Dalam sebuah video, dia mengatakan bahwa Venezuela sedang mengalami “saat-saat genting” dan bahwa seluruh Barat akan terkena dampak pembebasan Venezuela.
Machado mencatat bahwa “negara-negara demokrasi utama di seluruh dunia” mendukung pergeseran menuju demokrasi, terutama dengan merujuk pada pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Machado juga menyatakan bahwa lebih dari 700 orang masih ditahan di negara itu karena alasan politik, dan dia menegaskan bahwa pembebasan tahanan politik sangat penting.
Amerika Serikat melakukan serangan besar-besaran terhadap Venezuela pada 3 Januari. Dalam serangan itu, mereka menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dan membawa mereka ke New York.
Trump mengumumkan bahwa Maduro dan Flores akan menghadapi pengadilan karena diduga terlibat dalam “narkoterorisme” dan menimbulkan ancaman, termasuk bagi AS.
Maduro dan Flores menyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut saat mereka menghadiri pengadilan di New York.
Baca Juga : Komisi II DPR, IKN Menjadi Ibu Kota Politik 2028.
Baca Juga : Krisis Politik Mengguncang Peru Setelah Pemecatan Presiden Dina Boluarte.
(Red).
