Jakarta, Intra62.com – Juru bicara PBB pada Kamis (30/10) menyatakan bahwa, meskipun gencatan senjata telah diberlakukan, operasi kemanusiaan di Jalur Gaza masih sangat terbatas. Dia merujuk pada pembatasan Israel yang terus-menerus dan kerusakan infrastruktur.
Dalam konferensi pers, Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq mengatakan, “Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) menyatakan bahwa peningkatan operasi kemanusiaan terus dilakukan selama gencatan senjata, namun masih terkendala oleh pembatasan Israel dan hambatan lainnya.”
Baca Juga : Israel Tidak Perlu Izin Menyerang Gaza dan Lebanon.
Konvoi bantuan sering menerima perintah untuk mengubah rute mereka dari Israel selama tiga hari berturut-turut, memaksa mereka untuk melewati Koridor Philadelphi di sepanjang perbatasan dengan Mesir sebelum menuju ke wilayah utara melalui Jalan Pesisir yang rumit dan padat., menurut OCHA.
Bahkan setelah Program Pangan Dunia (WFP) melakukan perbaikan, jalan ini sempit, rusak, dan sangat padat. Pergerakannya masih lambat. Untuk memperluas pengumpulan dan distribusi bantuan, diperlukan jalur penyeberangan tambahan dan rute internal.
Baca Juga : Langgar Tambahan Gencatan Senjata, Israel Membunuh Sembilan Warga Gaza.
Haq mengatakan bahwa Deputi Koordinator Khusus dan Koordinator Kemanusiaan untuk Wilayah Pendudukan Palestina, Ramiz Alakbarov, mengunjungi wilayah Ramallah untuk menekankan masalah yang dihadapi petani selama musim panen zaitun.
Adapun laporan kerusakan lebih dari 4.000 pohon zaitun dan luka-luka 124 warga Palestina.
Baca Juga : Israel Tidak Perlu Izin Menyerang Gaza dan Lebanon.
(Red)
