• Sun. May 24th, 2026

PBNU Komen  Ada Unsur Ketidaktahuan dalam Pertemuan dengan Isaac Herzog.

ByAF

Jul 17, 2024
PBNU Komen  Ada Unsur Ketidaktahuan dalam Pertemuan dengan Isaac Herzog.

Jakarta, Intra62.com .  PBNU Komen  Ada Unsur Ketidaktahuan dalam Pertemuan dengan Isaac Herzog. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menyatakan bahwa ada unsur ketidaktahuan.

Tentang tindakan yang dilakukan oleh lima warga Nahdlatul Ulama atau nahdliyin saat bertemu Presiden Israel, Isaac Herzog.

Dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor PBNU di Jakarta, Selasa, Yahya menyatakan, “Saya kira ini karena masalah ketidaktahuan teman-teman ini tentang konstelasi, peta, dan sebagainya, ya.  Karena mungkin belum cukup umur atau bagaimana ya.”

Gus Yahya, yang sering disebut sebagai “Gus”, menjelaskan bahwa keberangkatan kelima nahdliyin tersebut dimulai dengan ajakan pribadi . Dari sebuah organisasi nirlaba yang berfungsi sebagai perwakilan Israel kepada masing-masing dari mereka.

Pada awalnya, dia menegaskan bahwa keberangkatan mereka semata-mata merupakan ajakan untuk berbicara dengan berbagai kelompok antara agama atau antar agama. Tanpa mengadakan pertemuan dengan Presiden Israel.

Dia juga menyatakan bahwa pertemuan dengan Presiden Israel diadakan secara mendadak di sana.

Baca juga : Lembaga Dakwah PBNU Adakan Forum Diskusi Peluang dan Tantangan Dakwah di Perkotaan

Gus Yahya menyatakan bahwa ini adalah bagian dari upaya untuk memasukkan PBNU ke dalam agenda politik internasional.

Oleh karena itu, ia menyatakan bahwa PBNU telah melakukan banyak hal untuk mencegah hal itu terjadi, termasuk meminta para kader dan warga NU untuk berhati-hati sebelum mengambil tindakan.

Gus Yahya menekankan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi kepada kelima individu tersebut.

Aturan kami sudah jelas dan rinci mengenai konsekuensi dari kesalahan ini. Dia menegaskan bahwa, apakah itu benar atau tidak, mereka telah melanggar aturan yang menetapkan bahwa setiap keterlibatan harus melalui PBNU.

Gus Yahya Mohon Maaf

Meskipun demikian, Gus Yahya, ketua organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia, juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas perselisihan yang disebabkan oleh lima anggota kelompoknya.

Untuk diketahui, lima nahdliyin mengunjungi Presiden Israel Isaac Herzog, dan foto tersebut menjadi viral di media sosial. Kelima orang tersebut berasal dari berbagai lembaga di bawah naungan PBNU, termasuk Fatayat NU, Pengurus Pusat (PP) Pagar Nusa NU, Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten.

(redx )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/