Jakarta, Intra62.com –
Masyarakat diingatkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperhatikan kemungkinan banjir rob yang dapat menggenangi wilayah pesisir Nusa Tenggara Barat (NTB) selama periode 17 sampai 27 Maret 2026, atau selama libur Lebaran.
Menurut Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Satria Topan Primadi, banjir rob adalah hasil dari fenomena pasang air laut maksimum yang terkait dengan fase bulan baru.
Di Mataram, Selasa, dia menyatakan bahwa sejumlah perairan di NTB mengalami pasang air laut dengan tinggi maksimum sekitar 1,9 meter, dengan waktu pasang terjadi dari siang hingga dini hari.
Satria menyatakan bahwa banjir rob tersebut dapat menyebabkan genangan air laut di banyak wilayah pesisir, terutama di daerah dengan elevasi rendah.
Kawasan pesisir Pulau Lombok seperti Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok berpotensi terkena dampak, menurut perkiraan BMKG.
Labuhan Badas, Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota adalah daerah pesisir Pulau Sumbawa yang mungkin digenangi air laut.
Satria menyatakan, “Kami mengimbau masyarakat pesisir yang masuk ke daerah berpotensi rob untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.”
Selain itu, ia menyatakan bahwa peringatan banjir rob sangat penting karena Nusa Tenggara Barat adalah provinsi kepulauan yang terdiri dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, bersama dengan 401 pulau kecil yang terletak di sekitarnya.
Satria mengatakan bahwa transportasi dan kemudahan wisatawan seringkali bergantung pada wilayah pesisir selama musim mudik dan libur Lebaran.
Dia menyatakan bahwa mereka sedang memantau perkembangan informasi tentang kondisi cuaca dan gelombang laut melalui kanal resmi BMKG untuk mengantisipasi dampak potensial dari fenomena banjir rob.
Baca Juga : BMKG: Potensi Hujan di Sebagian Sumatera Utara Pada Sabtu.
Baca Juga : Saat Lebaran, BMKG Memperkirakan Cuaca Berawan Hingga Hujan Lebat.
(Red).
