• Wed. Jun 10th, 2026

Mentan Tegaskan Bahwa Jika Harga Naik, Izin Produsen Minyakita dicabut.

ByBunga Lestari

Apr 20, 2026

Jakarta, Intra62.com –

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa jika produsen minyak goreng merek Minyakita menaikkan harga secara tidak wajar yang melanggar aturan pemerintah, dia akan dengan senang hati mencabut izinnya.

Ia menegaskan bahwa dia tidak akan ragu untuk mengambil tindakan langsung terhadap produsen yang menaikkan harga minyak goreng di pasar melebihi harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.

Harga akan menimbulkan masalah. Saya akan membantu jika Anda memintanya. Setelah rapat bersama 170 bupati seluruh Indonesia di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Senin, Mentan berkata, “Coba (aja).”

Mentan menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan ketat dan tindakan tegas terhadap perusahaan yang melanggar aturan distribusi minyak goreng. Hal ini akan dilakukan dengan bekerja sama dengan Satuan Tugas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan.

Beritahu mereka produsen minyak goreng yang bermain-main tentang pemeriksaan saya. Saya bertindak jika ada pelanggaran terhadap peraturan. Amran menegaskan bahwa mereka bersama Satgas.

Selain itu, Mentan menyatakan bahwa pelaksanaan program biodiesel setengah persen (B50) tidak terkait dengan kenaikan harga minyak goreng domestik.

Dia berpendapat bahwa kenaikan harga tidak masuk akal karena ketersediaan bahan baku melimpah.

Produksi crude palm oil (CPO) Indonesia mencapai sekitar 45 juta hingga 50 juta ton per tahun, dengan sekitar 26 juta ton diekspor dan sisanya digunakan untuk kebutuhan domestik.

“Enggak (ada kaitannya), kita kan ekspor dong,” tegas Amran.

Menurut data dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), ekspor CPO Indonesia meningkat dari 26 juta ton menjadi 32 juta ton. Sebaliknya, hanya sekitar 5,3 juta ton CPO diambil oleh kebijakan yang meningkatkan jumlah biodiesel yang diperlukan dari B40 menjadi B50.

Namun, perawatan kebun sawit yang lebih baik, termasuk pemupukan, didorong oleh kenaikan harga CPO, yang berdampak pada peningkatan produksi hingga 6 juta ton.

Artinya, peningkatan produksi ini belum sepenuhnya diserap, tetapi sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan program biodiesel.

Apa sebenarnya yang terjadi? Karena harga CPO naik, sawit ini dipelihara dengan baik dan pupuknya diperbaiki. Berapa banyak yang naik? 6 juta ton tanpa CPO. Amran menyatakan bahwa GAPKI adalah produk ekspor 32 juta ton.

Selain itu, Amran menyatakan bahwa penerapan B50 akan sangat menguntungkan Indonesia karena dapat menekan impor solar hingga sekitar 5 juta ton per tahun.

Dia juga mengatakan kenaikan harga minyak goreng tidak normal di tengah pasokan yang melimpah. Dia berpendapat bahwa kondisi ini menunjukkan bahwa ada praktik permainan di rantai distribusi.

Selain itu, ia memastikan akan bekerja sama dengan satuan tugas yang relevan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong kenaikan harga. Mentan Amran menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk melindungi masyarakat dan menjaga harga terjangkau.

Sebaliknya, ia menyatakan bahwa permintaan CPO dalam negeri, termasuk minyak goreng, berkisar 20 juta ton, dan dengan produksi total saat ini yang mencapai sekitar 52 juta ton, Indonesia berada dalam kondisi kekurangan bahan baku.

Mentan menyatakan bahwa kenaikan harga minyak goreng tidak ada hubungannya dengan B50. Itu diambil dari alokasi ekspor, bukan dari minyak goreng.

Baca Juga : Banjir di Jalan Latumenten Jakbar Terus Berlanjut.

Baca Juga : Usai Relokasi, Distamhut DKI Menambah 1.300 Makam di TPU Menteng Pulo 2.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/