Jakarta, Intra62.com –
Di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global yang terus berubah, Anwar Iskandar, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengajak seluruh bangsa untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan ikhtiar spiritual.
Saya kira, kami memahami tindakan Presiden kita dalam menerapkan politik bebas dan aktif. Anwar mengatakan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat bahwa dia tidak akan membuat musuh dengan negara mana pun atau siapa pun, tetapi akan memperbanyak kawan dan teman di seluruh dunia.
Ketua Umum MUI mengatakan bahwa perkembangan keadaan internasional saat ini menunjukkan adanya konflik dan ketegangan di berbagai wilayah di dunia, yang dapat berdampak lebih luas.
Akibatnya, Anwar menekankan betapa pentingnya untuk tetap waspada dan bekerja untuk menjaga keselamatan negara, negara, dan rakyat Indonesia.
Anwar menyatakan, “Selanjutnya, yang paling penting buat kita adalah bagaimana menyelamatkan negara kita, bangsa kita, rakyat kita, dan umat kita. Itu yang paling pokok.”
Di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (5/3), Anwar Iskandar hadir dalam acara Silaturahmi Presiden dengan Para Kiai dan Tokoh Organisasi Kemasyarakatan Islam.
Anwar juga mengajak orang-orang dalam kesempatan itu untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, terutama selama bulan suci Ramadan.
Dianggap penting, upaya spiritual ini adalah upaya untuk meminta keselamatan bagi negara, para pemimpin, dan seluruh rakyat Indonesia agar terhindar dari bencana yang terjadi di seluruh dunia.
Selain itu, selama bulan Ramadhan, jangan ada musibah yang terjadi di mana-mana yang akan mengakibatkan kesengsaraan yang tidak berhenti. Sangat penting bagi kita semua untuk menjadi lebih dekat dengan Allah. Anwar menyatakan, “Memohon keselamatan bagi kita semua, pemimpin kita, rakyat kita, dan negara kita.”
Ketua Umum MUI menyatakan bahwa bangsa Indonesia hanya dapat bekerja sama, bersatu, dan mempertahankan persatuan dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks.
Baca Juga : Lima kabupaten/kota di Riau mendeklarasikan keadaan darurat karhutla.
(Red).
