• Sat. Apr 18th, 2026

Mendikdasmen Menunjukkan Berbagai Upaya Untuk Membangun Hubungan Yang Baik di Sekolah.

ByBunga Lestari

Mar 9, 2026

Jakarta, Intra62.com –

Sebagai pusat Trisentra pendidikan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan berbagai upaya yang dia lakukan untuk menciptakan hubungan yang baik dan harmonis antara sekolah, murid, dan orang tua.

Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman adalah salah satu dari banyak peraturan yang dikeluarkan Kemendikdasmen untuk membentuk karakter siswa.

Oleh karena itu, kami menggunakan pendekatan yang humanis, partisipatif, dan menyeluruh. Di Jakarta pada Senin, Mendikdasmen Mu’ti menyatakan bahwa tiga kata kunci tersebut termasuk dalam Permendikdasmen nomor 6 tahun 2026.

Ia menyatakan empat elemen utama yang harus diperhatikan saat membangun Budaya Sekolah Aman dan Nyaman: pemenuhan iman, perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, dan keamanan digital dan sosiokultural.

Menurut Mu’ti, sekolah harus meningkatkan tata kelola, pendidikan warga sekolah, dan peran semua komponen sekolah melalui manajemen kelas.

Selain itu, ia mengeluarkan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kepmendikdasmen) Nomor 17 Tahun 2026.

Selain itu, dia menegaskan bahwa undang-undang saat ini dengan jelas menetapkan batas-batas penegakan undang-undang dan penanggulangan tindakan dalam kasus tertentu.

Menurut Mu’ti, kasus kekerasan di satuan pendidikan yang tidak terkait dengan tindakan kriminal atau kekerasan seksual harus diselesaikan secara musyawarah di dalam kampus.

“Polisi tidak bisa menolak laporan masyarakat, tetapi bisa dengan restorative justice, dan kami ingin perkuat itu,” tegasnya.

Selain itu, Kemendikdasmen meningkatkan manajemen sumber daya manusia di institusi pendidikan.

Pandangan mereka adalah bahwa paradigma penanganan karakter murid harus diterapkan pada semua guru di sekolah, bukan hanya guru bimbingan konseling (BK).

Karena itu, ia menyatakan bahwa Kemendikdasmen juga telah menetapkan peraturan tentang guru wali. Guru wali adalah guru mata pelajaran di SMP dan SMA/SMK yang ditugaskan untuk mendampingi siswa secara menyeluruh dan berkelanjutan, mulai dari masuk sekolah hingga lulus.

Mu’ti menjelaskan bahwa tugas guru wali adalah untuk memberikan bimbingan akademik kepada siswa, termasuk kompetensi, keterampilan, dan karakter mereka.

Selain itu, dia menyatakan bahwa guru wali berfungsi sebagai penghubung antara siswa, orang tua, dan pihak sekolah. Ini termasuk bekerja sama dengan wali kelas dan guru bimbingan konseling (BK).

 

Dia menyatakan bahwa peran ini berbeda dari wali kelas yang berkonsentrasi pada tugas administrasi sehari-hari dan guru BK yang berkonsentrasi pada layanan konseling.

Selain itu, mereka menerapkan kurikulum tersembunyi, juga dikenal sebagai kurikulum tersembunyi. Kurikulum tersembunyi mencakup nilai, sikap, norma, dan pelajaran tidak tertulis yang dipelajari siswa di sekolah melalui interaksi sosial, kebijakan, dan budaya. Ini merupakan komponen integral dari pendidikan.

Misalnya, mengajarkan siswa berbaris tertib tidak selalu memerlukan mata pelajaran, tetapi dapat ditanamkan dengan mengambil MBG. Jika MBG diberikan langsung ke meja siswa, menurut saya itu tidak membentuk karakter. Mu’ti mengatakan, “Untuk membentuk karakternya, taruh saja di depan, kemudian antre mengambil MBG, makan, hingga antre mengembalikannya.”

Baca Juga: Sasaran pangkalan IRGC disebut sebagai serangan sekolah AS di Iran.

Baca Juga : KSP: 16.167 unit mencapai target revitalisasi sekolah pada tahun 2025.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/