Jakarta, Intra62.com – Masker N95 dapat membantu melindungi saluran pernapasan dari paparan abu vulkanik menurut Prof. Dr. Faisal Yunus, Ph.D., Sp.P(K), guru besar di Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia,
Ia mengatakan bahwa masker biasa seperti berbentuk duckbill, juga bisa digunakan untuk menghindari debu. Namun, kemampuan mereka untuk menyaring partikel halus lebih rendah.
Prof. Faisal berpendapat bahwa dalam hal penggunaan masker basah, debu akan melekat pada permukaannya sehingga tidak masuk ke saluran napas.
Menurut Wakil Ketua I Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Dr. dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD, K-A.I, FINASIM, masker N95, KN95, dan FFP2 adalah pilihan terbaik untuk mencegah paparan abu vulkanik.
Dokter Sukamto menekankan bahwa masker harus benar-benar menutup mulut dan hidung agar debu tidak masuk ke dalam tubuh.
Oleh karena itu, pemerintah menganjurkan agar orang memakai alat perlindungan seperti masker untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh abu vulkanik akibat erupsi gunung berapi pada kesehatan mereka.
Baca Juga : Dokter Sukamto: Meskipun Erupsi Telah Berhenti, Waspadai efek Abu Vulkanik
( Red )
