Boyolali, Intra62.com – Korban yang diserang oknum TNI mengembalikan bingkisan dan biaya pengobatan rumah sakit sebagai wujud penolakan terhadap usulan solusi damai.
Mereka yang berebetan karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot bising membuat geram anggota TNI yang mengeroyok korban pada Sabtu 30 Desember 2023.
Baca Juga: Putra Aktor Senior Willy Dozan Tersandun Kasus, Hingga Ramai di Medsos

“Terus terang pihak keluarga tidak mau menerima hadiah atau bayaran untuk rumah sakit. Mereka ingin proses hukumnya selesai,” kata Dwiratno, 49 tahun, salah satu perwakilan keluarga, menjelaskan hal tersebut kepada wartawan, Minggu (31/12/2023).
Tujuh simpatisan Ganjar Mahfud disiksa di depan markas Kompi B Raider 408/Sbh di Boyolali.
Mereka diserang saat pulang dari acara yang dihadiri calon presiden Ganjar Pranowo di Boyolali.
Penganiayaan tersebut menyebabkan Arif 18 tahun dan Handono 18 tahun mengalami luka lebam di sekujur tubuh.
Sehari setelah bertengkar, keduanya masih mendapat perawatan di RSUD Pandan Arang Boyolali.
Dwiratno mengatakan, kondisi kedua pemuda asal Desa Genting, Kecamatan Cepogo ini cenderung membaik.
Sebelumnya, kedua keponakannya mengalami luka memar parah. Kebanyakan cedera terjadi di kepala.
“Sudah sadar, tapi belum bisa melihat (sulit membuka mata),” ujarnya.
Ia membenarkan, usai kejadian tersebut, perwakilan anggota TNI menjenguk keduanya di RSUD Pandan Arang Boyolali.
Anggota TNI Kompi B Raider 408/Sbh, juga membawa bingkisan. Namun, bingkisan tersebut akhirnya dikembalikan ke markas.
Perwakilan keluarga mengembalikan kemasan plastik merah tersebut ke markas satuan 408 Boyolali.
Selain itu, keluarga menolak perawatan rumah sakit didanai. (merah/intra62)
