Jakarta , Intra62.com . Kepentingan Nasional mestinya menjadi utama daripada kepentingan keluarga . Hal ini menjadi tema dalam catatan redaksi Intra62 , Minggu ( 12/11/2023 ). Berbicara tentang kepentingan nasional semua akan sepakat dan menjadi prioritas . Dan semua juga sepakat bahwa kepentinan keluarga dan kepentingan kelompok tidak perlu ditonjolkan dan atau direkayasa menjadi kepentingan nasional .
Selama sepekan ini , pantauan redakasi intra62 banyak sekali yang kecewa tentang marwah Mahkamah Konstitusi yang masih burem . Baik para senior di partai politik , tokoh dan pakar hukum tata negara serta masyarakat Indonesia .
pergantian ketua MK oleh hasil keputusan oleh majlis kehormatan MK mestinya menjadi pintu gerbang mengembalikan marwah . Awalnya semua optimis terhadap kinerja Suhartoyo . Seperti yang disampaikan oleh prof Mahfudz MD bahwa Suhartoyo adalah teman sekelas waktu di kuliah dan saya yakin masih mempunyai integritas .
Dan kenyataan nya walaupun keputusan ex ketua MK dianggap cacat moral karena ada pelanggaran kode etik tersebut. Namun perihal materi keputusan sama sekali tidak disentuh oleh Ketua MK yang baru . Artinya polemik tentang keputusan masih belum clear and clean .
Baca juga : Jokowi Singgung Situasi Politik Saat Ini Macam Drakor
Hal ini tentunya bisa membahayakan legitimasi pemerintahan ke depan . Jika pasangan calon yang tidak ada legitimasi ini menang pilpres di 2024 , maka situasi keruh akan membuat bangsa indonesia menjadi lebih jelas di depan mata .
Inilah yang kita sebut bagaimana merubah potensi kepentingan keluarga menjadi kepentingan nasional. Majunya mas wali ( panggilan gibran ) itu atas hati nurani sendiri atau ada dorongan dari orantua yaitu ibu Iriana atau Jokowi sendiri . Prabowo terlihat juga kurang percaya diri kalau tidak mengganeng putra sulung presiden tersebut . ( tim red )
