Jakarta , Intra62.com . Jusuf Kalla Ingatkan Peran Masjid Bagi Umat di Tahun Baru Islam. Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu menyatakan bahwa masjid tidak hanya harus dilihat sebagai tempat ibadah semata-mata. Dia juga mengatakan bahwa masjid harus menjadi pusat peradaban yang dapat membantu jamaah dan masyarakat di sekitarnya.
Di Masjid Agung Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/6/2026), dia menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan pada peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.
Pria yang sering disebut JK ini mengatakan bahwa peringatan Tahun Baru Hijriah memberi kita kesempatan untuk mempertimbangkan dan mempertimbangkan berbagai aspek kehidupan kita, baik sebagai individu, umat, maupun bangsa.
Dia menyatakan, “Kami mengevaluasi apa yang telah kita lakukan selama setahun terakhir dan apa yang perlu diperbaiki ke depan.”
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 itu menyatakan bahwa penetapan kalender Hijriah, yang dimulai dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW, memiliki tujuan untuk membawa perbaikan.
Dia mengatakan, “Hijrah berarti perubahan, jadi Tahun Baru Hijriah mengajarkan kita untuk terus memperbaiki dan maju.”
Dalam situasi ini, JK menekankan peran strategis masjid dalam membangun kemajuan umat. Menurutnya, masjid harus “dimakmurkan dan memakmurkan.”
Selama ini, kami hanya berbicara tentang memakmurkan masjid, tetapi masjid juga harus memakmurkan jamaahnya. Menurutnya, masjid tidak hanya harus menjadi tempat ibadah. Mereka juga harus menjadi tempat pendidikan, pertumbuhan ekonomi, dan kemajuan masyarakat.
Karena kemajuan umat sangat bergantung pada penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemampuan ekonomi masyarakat, masjid harus berperan aktif dalam mendorong pendidikan dan kewirausahaan.
Dia berkata, “Ilmu pengetahuan, teknologi, dan kemampuan berusaha adalah pilar peradaban. Tanpa mereka, umat akan sulit maju dan beradab.”
Selain itu, JK mengingatkan bahwa sebelum diangkat menjadi nabi, Rasulullah SAW adalah seorang pedagang yang sukses. Menurutnya, semangat berusaha dan berdagang merupakan bagian dari teladan Rasulullah yang harus dihidupkan kembali di masyarakat.
Rasulullah menjadi pedagang lebih lama
Menurut JK, Rasulullah menjadi pedagang lebih lama daripada kenabiannya, jadi semangat berusaha dan bekerja keras juga merupakan bagian dari sunnah yang harus dicontoh.
Selain itu, JK menekankan betapa pentingnya perempuan dalam kemajuan umat Islam, mencontohkan Siti Khadijah, yang menjadi pendukung utama Rasulullah SAW dalam perjuangannya di awal dakwah Islam.
Dakwah Islam tidak akan mudah berkembang jika tidak ada Siti Khadijah yang mendukung dan membiayai perjuangan Rasulullah. Akibatnya, peran ibu-ibu sangat penting dalam kemajuan umat.
Di akhir sambutannya, JK mengajak umat Islam menggunakan 1 Muharam sebagai kesempatan untuk mengevaluasi diri sendiri, meningkatkan ibadah. Serta meningkatkan pendidikan, dan membangun kemandirian ekonomi.
Akhiri dengan mengatakan bahwa Tahun Baru Hijriah bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk menilai dan memperbaiki diri sendiri agar umat Islam semakin maju, berilmu, dan sejahtera.
Baca juga : Sejarah 1 suro sakral dan Suci ,Begini Dawuh Raja Mataram Islam ?.
( Anisa-red )
