Jakarta , Intra62.com . Menurut situs web IQAir yang memantau kualitas udara, kualitas udara di DKI Jakarta pada Rabu pagi dikategorikan sebagai tidak sehat.
Pemantauan yang dilakukan pada pukul 05.40 WIB menunjukkan bahwa Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta berada pada angka 153 . Dan partikel halus berdiameter 2,5 mikrometer (PM 2.5) berada pada angka 58 mikrogram per meter kubik.
Pada Rabu pagi, kota dengan kualitas udara terburuk di dunia berada di peringkat pertama, Kathmandu (Nepal). Lahore (Pakistan) berada di peringkat kedua, di angka 183, Delhi (India) berada di angka 176. Dan Hanoi (Vietnam) berada di angka 164.
Kampala (Uganda) berada di urutan kelima dengan angka 157. Namun, DKI Jakarta naik ke peringkat delapan pada pagi hari ini.
Selanjutnya, kualitas udara di lima lokasi Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) berada pada kategori sedang atau nilai estetika. Dengan rentang PM2,5 antara 51 dan 100, menurut Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta.
Salah satu SPKU tersebut adalah Pasar Minggu di Jakarta Selatan, yang memiliki Indeks Kualitas Udara di angka 84. Dan Cempaka Putih di Jakarta Pusat, yang memiliki Indeks di angka 79.
Kelapa Gading di Jakarta Utara berada di angka 64, Kalideres di Jakarta Barat berada di angka 69, dan Pulogadung di angka 71.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta merekomendasikan agar setiap orang di wilayah yang disebutkan di atas memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Namun, disarankan agar kelompok yang sensitif lebih sering beristirahat dan beraktivitas ringan, serta membawa obat pribadi dan masker.
Baca juga : Ciptakan Lapangan Kerja Baru Dijakarta Bang Rano Punya Bisa
(Anisa-red)
