Jakarta, Intra62.com – Sejak 10 Oktober, kelompok perlawanan Palestina Hamas melaporkan bahwa Israel telah melanggar gencatan senjata di Jalur Gaza sebanyak 813 kali.
Pada Selasa (16/12), anggota biro politik Hamas, Ghazi Hamad, mengatakan bahwa pihaknya secara teratur melaporkan kepada mediator gencatan senjata setiap hari tentang Israel melanggar gencatan senjata.
Sementara itu, James Kariuki, Kuasa Usaha Inggris untuk PBB, menyatakan bahwa Denmark, Prancis, Yunani, Slovenia, dan Inggris mengecam kekerasan Israel terhadap warga Palestina di Yerusalem Timur dan Tepi Barat. Mereka meminta Israel untuk mematuhi peraturan internasional.
Baca Juga : Dubes AS Kunjungi Yordania dan Israel bahas strategi perdamaian di Gaza
Kariuki menyatakan bahwa tindakan Israel mengganggu upaya penyelesaian damai di Jalur Gaza.
Perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas dimulai pada 10 Oktober. Presiden AS Donald Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah Sisi, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menandatangani gencatan senjata di Gaza pada 13 Oktober.
Rencana komprehensif Trump untuk menyelesaikan konflik di wilayah kantong Palestina itu didukung oleh resolusi yang diadopsi oleh Dewan Keamanan PBB pada 17 November. Dari 15 anggota dewan, 13 setuju, sementara Rusia dan China abstain.
Baca Juga : Dubes AS Kunjungi Yordania dan Israel bahas strategi perdamaian di Gaza
(Red).
