Lumajang, Intra62.com. -Gunung Semeru telah meletus sebelas kali, namun tidak ada yang melihat letusan langsung. Perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi sebanyak 11 kali pada Minggu, dari pukul 06.47 hingga 18.41 WIB.
Meskipun letusan pertama terjadi pada pukul 06.47 WIB, tidak ada yang dapat menyaksikannya secara langsung. Namun, seismograf dapat merekam letusan dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 109 detik.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian menyatakan, “Kemudian kembali erupsi pukul 09.41 WIB dan visual letusan tidak teramati.”
Menurutnya, seismograf mencatat erupsi dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 134 detik.
Ketika erupsi ketiga terjadi pada pukul 10.51 WIB, letusan tidak dapat dilihat secara langsung. Namun, seismograf dapat merekam letusan dengan amplitudo maksimal 24 mm dan durasi 150 detik.
Gunung dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut itu beberapa kali meletus hingga pukul 18.41 WIB. Tidak ada yang melihat letusan itu sendiri, dan saat laporan ini dibuat, letusan masih berlangsung.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menyarankan masyarakat . Untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di wilayah tenggara Gunung Semeru. Sejauh delapan kilometer dari pusat erupsi (puncak), menurut Sigit. Status Gunung Semeru ditetapkan pada Level II atau Waspada.
Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di Besuk Kobokan. Ini karena awan panas dan aliran lahar dapat muncul hingga 13 kilometer dari puncak.
Baca juga : Aktivitas Gunung Semeru dimulai dengan Gempa letusan di Lumajang , Sambut Presiden RI yang baru ?
Karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar), masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apa pun dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Semeru.
Selain itu, Anda harus memperhatikan kemungkinan awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Terutama di Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
(redx )
