Jakarta, Intra62.com – Francais akan bekerja sama dengan Mesir untuk menyelenggarakan konferensi internasional tentang rekonstruksi Gaza dan bekerja sama dengan mitra lainnya untuk membangun pasukan penjaga stabilitas yang dimandatkan oleh PBB.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menggambarkan gencatan senjata antara Hamas dan Israel yang dicapai pekan lalu sebagai “langkah penting” saat berpidato di hadapan Majelis Nasional, Rabu, tetapi memperingatkan bahwa “hal itu masih rapuh.”
“Gaza masih belum damai,” katanya dengan tegas.
Ia mengatakan bahwa pertemuan baru-baru ini di Sharm el-Sheikh, yang dihadiri oleh Presiden Emmanuel Macron, sangat penting untuk meningkatkan kerja sama antara negara-negara Eropa dan Arab yang berkomitmen untuk membangun perdamaian berkelanjutan di wilayah tersebut.
Barrot menyatakan bahwa tiga prioritas utama Perancis adalah bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza.
Dia menyatakan, “Kita harus membanjiri Jalur Gaza dengan bantuan kemanusiaan. Kita harus memulai pekerjaan rekonstruksi sekarang.”
Keamanan, katanya, adalah prioritas kedua. Dia menekankan perlindungan warga sipil.
Dia menyatakan, “Kita perlu menjamin keamanan, dan khususnya keamanan warga Gaza. Inilah sebabnya Prancis, bersama dengan Inggris, akan menyampaikan sebuah resolusi kepada Dewan Keamanan PBB untuk mengamanatkan kekuatan stabilisasi internasional yang akan dapat beroperasi segera di Gaza.”
Baca Juga : Trump Mengumumkan Fase Kedua Kesepakatan Gaza.
( Red ).
