• Sun. Apr 19th, 2026

DKP3 Cirebon Meningkatkan Pemantauan Bahan Pangan MBG Menjelang Ramadhan.

ByBunga Lestari

Feb 6, 2026

Jakarta, Intra62.com – Untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjelang bulan Ramadhan 2026, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon, Jawa Barat, mengintensifkan pengawasan bahan pangan segar.

Menurut Elmi Masruroh, Kepala DKP3 Kota Cirebon, tindakan ini diambil untuk memastikan bahan baku yang digunakan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berkualitas tinggi dan sesuai standar selama periode penyesuaian jadwal puasa.

Pihak tersebut memiliki otoritas untuk memeriksa keamanan makanan segar tumbuhan, hewan, dan ikan, tetapi perangkat daerah lain memiliki otoritas untuk memeriksa produk makanan olahan.

“Fokus kami adalah makanan segar, bukan yang sudah diolah. Kami melakukan pemeriksaan di pasar, distributor, kelompok tani, kelompok wanita tani, dan sekarang kami menambahkan pelaksana MBG SPPG,” katanya.

Dia menyatakan bahwa karena dapur layanan MBG yang lebih besar, titik pengawasan menjadi lebih luas, sehingga pengawasan dilakukan di lokasi penerimaan dan pengolahan bahan baku serta di rantai pasok.

Untuk memastikan standar higienitas terpenuhi, petugas, kata Elmi, tidak hanya mengambil sampel, tetapi juga mengawasi prosedur penanganan makanan di dapur, ruang penyimpanan, dan ruang pengemasan.

Ia mengatakan bahwa pengawasan MBG termasuk setidaknya empat bidang di DKP3: ketahanan pangan, keamanan dan kerawanan pangan, peternakan, dan perikanan dan kelautan.

Ia menunjukkan bahwa bidang ketahanan pangan bertanggung jawab untuk menilai susunan menu yang digunakan dalam Program MBG, termasuk apakah sesuai dengan prinsip Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).

“Bidang keamanan dan kerawanan pangan melakukan uji sampel sayur dan buah melalui metode uji cepat untuk mengidentifikasi kemungkinan kandungan residu pestisida, formalin, dan zat berbahaya lainnya,” katanya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa dinasnya juga memantau sistem penyimpanan bahan pangan di dapur MBG, termasuk suhu ruang penyimpanan daging dan telur, serta kemungkinan susut bahan dan sisa makanan untuk mengurangi kehilangan makanan dan sisa makanan.

Elmi mengatakan bahwa SPPG telah menerima bantuan alat pengujian cepat dari BGN untuk membantu pengujian di lapangan, tetapi penggunaan alat tersebut masih membutuhkan peningkatan kapasitas petugas.

Akibatnya, DKP3 bekerja sama dengan laboratorium keamanan pangan untuk memberikan petugas SPPG pelatihan teknis penggunaan alat uji cepat. Ini dilakukan agar pemeriksaan dapat dilakukan secara mandiri dan akurat.

“Menjelang Ramadhan, ritme produksi MBG mungkin berubah, tetapi pengawasan bahan pangan segar tetap kami intensifkan melalui sampling dan pemeriksaan berkala agar keamanan pangan tetap terjaga,” tuturnya.

Sebelumnya, Pemkot Cirebon mencatat terdapat 30 SPPG di daerah tersebut, sementara 10 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/