Jakarta, Intra62.com –
Presiden Prabowo Subianto ingin kompetisi politik yang lebih kondusif dalam kontestasi pemilihan umum mendatang, kata Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa.
Dalam pertemuan Rabu dengan Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Cak Imin menyatakan bahwa sistem Pemilihan Kepala Daerah menjadi topik diskusi dalam pertemuan tersebut.
Prabowo juga menegaskan bahwa dia ingin kompetisi politik yang tidak terlalu kompetitif untuk mengurangi kemungkinan konflik.
Itu mencakup ide-ide yang kami angkat dan dia sangat setuju dengannya. Cak Imin menyatakan bahwa politik yang terlalu kompetitif setiap hari tidak produktif.
Ia menyatakan bahwa Prabowo menerima pandangan dari PKB tentang bagaimana kompetisi politik dapat dilakukan dengan cara yang lebih produktif.
Dia berpendapat bahwa situasi politik di dalam negeri akan lebih baik dengan sistem yang dipilih atau tidak langsung oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Tidak setiap hari kita memiliki kemampuan politik yang cukup, tetapi pada titik tertentu, sehingga kita dapat meningkatkan tingkat produktivitas bangsa kita. Menurutnya, salah satunya adalah pilkada, yang jelas merupakan program untuk kembali ke sistem yang lebih baik.
PKB setuju dengan usulan pelaksanaan Pilkada secara tidak langsung, kata Cik Imin.
Cak Imin tegas menyatakan bahwa PKB sejak lama menginginkan Pilkada melalui DPRD.
DPR dan Pemerintah telah mencapai konsensus bahwa tidak akan ada revisi pada UU Nomor 10/2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah pada tahun ini, menurut pernyataan Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad.
Menurut Dasco, DPR tidak memiliki rencana untuk membahas Rancangan Undang-Undang Pilkada karena tidak tercantum dalam agenda Program Legislasi Nasional Prioritas 2026.
Saat konferensi pers bersama Komisi II DPR RI dan Menteri Sekretaris Negara di kompleks parlemen, Jakarta, Senin, Dasco menyatakan bahwa mereka telah mencapai konsensus bahwa Prolegnas tahun ini tidak akan mencakup agenda pembahasan UU Pilkada.
DPR juga tidak mempertimbangkan masalah pilkada yang akan dipilih.
(Red).
