Jakarta, Intra62.com –
Untuk meningkatkan kesejahteraan petani, produktivitas komoditas, dan pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menggandeng 170 bupati dari seluruh Indonesia untuk memperkuat sektor perkebunan.
Amran mengatakan upaya itu dilakukan dengan mengadakan rapat bersama seratusan bupati dari daerah lumbung pangan tanpa perwakilan. Mereka sepakat untuk meningkatkan produktivitas perkebunan dan menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim ekstrem.
Usai pertemuan di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Senin, Mentan menyatakan dalam jumpa pers, “Hari ini kami pertemuan dengan bupati seluruh Indonesia yang menjadi lumbung pangan kita. Kurang lebih 170 bupati dari seluruh Indonesia hadir, tidak ada yang diwakili.”
Mentan menyatakan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan produksi pada tahun 2026 dan 2027 dengan dukungan langsung Presiden Prabowo Subianto melalui hibah perkebunan yang diberikan secara gratis kepada petani.
Secara keseluruhan, hibah senilai Rp9,95 triliun diberikan dalam bentuk benih tanaman, pengolahan lahan, dan pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas pertanian di berbagai wilayah Indonesia.
Program ini berfokus pada komoditas seperti tebu, kopi, kakao, mente, pala, kelapa, dan kakao, serta komoditas lainnya yang dianggap memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani secara signifikan.
Dengan bantuan langsung dari Bapak Presiden, hibah senilai Rp9,95 triliun untuk tanaman dengan pupuk organik diberikan secara gratis. Amran menjelaskan, “Tebu, kopi, kakao, mente, pala, dan kelapa adalah tumbuhannya.”
Pemerintah memiliki tujuan untuk membangun lahan perkebunan seluas 870 ribu hektare di seluruh Indonesia sebagai bagian dari strategi besar untuk meningkatkan ketahanan pangan dan meningkatkan ekspor produk unggulan negara.
Selain itu, Mentan menyampaikan apresiasinya kepada para bupati atas peran mereka dalam mewujudkan swasembada beras. Mentan menganggap upaya keras pemerintah daerah ini untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional sebagai hasilnya.
Menurutnya, untuk meningkatkan produksi pangan, para kepala daerah menjadi garda terdepan. Mereka melakukan ini dengan mengoptimalkan lahan, memperbaiki infrastruktur, dan membantu petani di daerah mereka.
Dengan stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog mencapai 4,9 juta ton saat ini, produksi padi nasional meningkat secara signifikan. Produksi ini diperkirakan akan meningkat menjadi 5 juta ton dalam beberapa hari ke depan, yang memberikan sinyal positif untuk ketahanan pangan nasional.
Oleh karena itu, Amran berharap sektor perkebunan dapat mengikuti kemajuan produksi beras nasional dengan meningkatkan komoditas, produktivitas lahan, dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan melalui peran pemerintah daerah.
Baca Juga : Kenaikan Harga kedelai Imbas Perang Wamentan Pastikan Kawal Isu
Baca Juga : ASKOMPSI Gandeng Siber Korsel Untuk Meningkatkan Keamanan Digital Pemerintah.
(Red).
