• Fri. Apr 12th, 2024

    INTRA62.COM

    Berita Nusantara Milik Bersama

    Bukan Hanya Sekedar Takjil di Bulan Ramadhan, Ini Sejarah dan Filosfi Dari Kolak

    ByASD

    Mar 29, 2023
    Potret Kolak, takjil saat berbuka puasa

    Jakarta, INTRA62.com – Takjil adalah salah satu menu berbuka puasa berupa kudapan dan biasanya berupa makanan manis. Salah satunya adalah Kolak.

    Sebagai hidangan berbuka puasa, Takjil memang didominasi dengan makanan manis.

    Salah satunya Kolak, dikenal sebagai jenis makanan berbuka yang kerap dihidangkan pada bulan Ramadhan. Tak herang Hidangan favorit ini kerap dicari saat menjelang buka puasa.

    Kolak bukan hanya minuman pelepas dahaga yang menyegarkan, tetapi juga dapat mengenyangkan kerena terdapat berbagai isian didalamnya.

    Yang sederhana terbuat dari paduan irisan pisang, ubi, kolang kaling, gula aren, dan santen.

    Tetapi, saat ini banyak sekali varian kolak yakni kolak biji salak dan kolak nangka.

    Potret Kolak Pisang, Menu takjil saat berbuka puasa (intra62.com/DA)
    Potret Kolak Pisang, Menu takjil saat berbuka puasa (intra62.com/DA)
    Baca juga : Pentingnya Makan Sahur Saat Puasa
    Sejarah

    Banyak yang mengira Kolak adalah kudapan yang berasal dari Timur Tengah.

    Padahal makanan manis ini berasal dari Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Kolak juga menjadi salah satu media penyebaran dalam agama Islam.

    Konon, kali pertama sajian kolak saat berbuka puasa ini diperkenalkan oleh para Wali.

    Filosofi

    Dikutip dari laman Dinas Pariwisata Kota Yogyakrata, kolak mempunyai filosofi yang berasal dari bahasa Arab yaitu ‘khalik’ yang berarti Allah SWT atau sang pencipta.

    Arti dari filosofi tersebut mengartikan agar bagimana masyarakat yang mengkonsumsinya dapat lebih dekat dengan Allah SWT atau sang pencipta.

    Diharpkan juga bagi orang-orang yang menyantapnya mempunyai rasa syukur sehingga menambah kedekatan diri kepada Allah SWT.

    Selain itu dikutip juga dari laman TribunTravel.com, kata kolak berasal dari bahasa Arab yang betmakna ‘kosong’ yaitu ‘khala’.

    Yang artinya, kolak memili filosofi atsu pesam untuk manusia agar selalu mengosongkan diri dari dosa.

    Selain daripada namanya, Filosofi Kolak juga terdapat pada bahan-bahan pembuatannya yakni ubi, pisang kepok, dan santan.

    Ubi yang biasa dikenal masyarakat Jawa dengan nama telo pendem memiliki makna, agar masyarakat harus mengubur kesalahan yang telah diperbuat sehingga dapat melnjalankan hidup dengan jalan penuh ridho Allah SWT.

    Pisang kepok, penggunaan pisang kepok mempunyai makna agar masyarakat ‘kapok’ atau merasa jera atas dosa yang pernah dilakukan selama hidupnya.

    Tak lupa santan yang dalam bahasa Jawa disebut ‘santen’ merupakan kependekan kata dari ‘pangapunten’ yang memiliki arti permohonan maaf.

    (red/intra62)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *