Jakarta, Intra62.com – Sebagai informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Banten, banjir yang melanda ibu kota Provinsi Banten telah merendam 1.579 rumah dan memaksa 501 orang mengungsi.
Menurut Diat Hermawan, Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, banjir terjadi karena cuaca ekstrim yang melanda daerah tersebut sejak Minggu (11/1) dan menyebabkan banjir dengan ketinggian 30-120 cm.
Diat menyatakan bahwa total warga yang terdampak mencapai 6.105 jiwa dari 1.658 Kepala Keluarga (KK), dan dari jumlah tersebut, 501 harus mengungsi karena kondisi air yang ekstrem di permukiman mereka.
Data menunjukkan bahwa banjir terjadi di enam kecamatan: Curug, Cipocok Jaya, Serang, Kasemen, Walantaka, dan Taktakan.
Di Lingkungan Tanggul Jaya, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, ketinggian air tertinggi mencapai 120 cm, dan 167 orang dilaporkan mengungsi di tempat itu, kata Diat.
Selain itu, sebanyak 200 orang telah mengungsi ke Lingkungan Gelam Timur, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya, dan 50 orang telah mengungsi ke Kelurahan Panancangan.
Untuk menampung warga, kami telah mendirikan tenda pengungsian di lokasi yang terdampak parah, seperti di Lingkungan Tanggul Jaya.
Selain banjir, cuaca buruk di Kota Serang juga menyebabkan sembilan pohon tumbang yang menutup jalan dan menimpa bangunan, dan 15 rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang karena angin kencang dan faktor lainnya.
Meskipun cuaca siang ini cerah dan berawan, BPBD Kota Serang masih melakukan pemantauan dan asesmen di lapangan. Petugas tetap disiagakan untuk membantu evakuasi dan pembersihan lokasi bencana, kata Diat.
Kepala BPBD Kota Serang Diat Hermawan menyatakan, “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan berhati-hati, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor.”
Baca Juga :BPBD Agam: 188 Korban Meninggal Dunia Dan 72 Orang Masih Hilang.
Baca Juga : BPBD Agam: 171 Korban Meninggal.
(Red).
