Pekalongan, Intra62.com – Bocah bunuh diri di Doro, Pekalongan, dengan cara gantung diri. Korban ditemukan tewas di kamarnya pada Rabu (22/11/2023).
Insiden tersebut tampaknya disebabkan oleh larangan penggunaan ponsel. Kasatreskurim Polsek Pekalongan, AKP Isnovim membenarkan kejadian tersebut.
“Iya, kejadiannya kemarin sore. Laporannya kami terima sekitar pukul 16.00 WIB,” ujar Isnovim,Kamis (23/11/2023).
Baca Juga: Dugaan Bunuh Diri Mahasiswi UI, Sempat Tinggalkan Pesan
Orang tua mengatakan mereka melaporkan penemuan korban ke polisi. Namun saat polisi tiba di lokasi kejadian, korban sudah dievakuasi ke puskesmas untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.
Kronologi Bocah Bunuh Diri

Menurut Isnovim, kejadian tersebut bermula pada Rabu (22/11/2023) sekitar pukul 12.30 WIB, berdasarkan keterangan saksi yakni ibu korban. Ia mengungkapkan, saat itu korban ditegur karena terlalu lama bermain ponsel.
“Awalnya anak itu terus bermain ponselnya. Ditegur ibunya karena tidak berhenti main ponsel saat makan siang. Ibu korban kemudian meminta ponselnya,” jelasnya.
Ketika ponselnya diminta, anak laki-laki ini menjadi marah dan pergi ke kamarnya dan mengunci diri di dalam. Sekitar pukul 15.30 WIB, ibu korban hendak membangunkan anaknya yang diyakini masih tertidur, agar segera berangkat ke TPQ dan mengaji.
Berapa kalipun mengetuk pintu, tidak ada jawaban dari kamar. Ketika diintip melalui celah jendela kamar, saat melihat anak laki-laki itu sudah tergantung di jendela kamar dengan syal melilitnya.
“Saksi kemudian mendobrak pintu dan menemukan korban tergeletak di tempat tidur dan langsung dibawa ke Puskesmas untuk mendapat perawatan,” terang Isnovim.
Ibu korban melihat anaknya tidak bergerak, ia berteriak histeris hingga tetangga datang dan memanggil polisi.
“Korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan. Berdasarkan pemeriksaan petugas Puskesmas, korban dipastikan meninggal dunia,” tuturnya.
Berdasarkan pemeriksaan petugas puskesmas, terdapat luka seperti tali di leher, pupil mata melebar, feses keluar dari anus, dan badan kaku serta pucat.
“Keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan dapat menerima kematian korban,” tutup Isnovim.
Korban sendiri dimakamkan di pemakaman setempat pada Kamis pagi (22/11/2023). (red/intra62)
