Jakarta , Intra62.com . – Bambang Soesatyo, anggota Komisi III DPR RI, mengingatkan bahwa perayaan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni harus menjadi momentum . Yaitu untuk merenungkan kembali peran setiap orang dalam menjaga persatuan bangsa, bukan hanya seremoni.
Bamsoet, sapaan karibnya, berkata dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu, “Perayaan hari lahir Pancasila tidak boleh hanya menjadi seremoni belaka. Tetapi harus menjadi momentum untuk merefleksikan kembali peran setiap individu dalam menjaga persatuan bangsa. Terutama di ruang digital yang kini menjadi medan baru perjuangan nilai.”
Dia mengatakan merayakan Pancasila berarti menanamkan rasa persatuan dalam algoritma kehidupan sehari-hari. Terlepas dari perbedaan suku, agama, preferensi politik, atau budaya.
Dia menyatakan bahwa mereka tetap menjadi satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa: Indonesia.
Selain itu, mantan Ketua DPR dan MPR itu menyatakan bahwa hari lahir Pancasila adalah kesempatan penting bagi orang Indonesia . Yaitu untuk merenungkan kembali prinsip-prinsip dasar ideologi bangsa.
Selain itu, dia menyatakan bahwa dalam era informasi yang bergerak cepat melalui media digital, mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa menjadi semakin sulit.
Untuk itu, dia menyatakan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila Pancasila, yang menyatukan semua aspek masyarakat Indonesia. Harus diinternalisasikan setiap kali kita berinteraksi di dunia digital.
Fenomena “echo chamber” dan algoritma yang hanya menyajikan informasi sesuai preferensi pengguna telah mempersempit ruang dialog dan memperlebar jurang perbedaan. Dia mengatakan bahwa nilai-nilai Pancasila, terutama sila ketiga, yang berisi “Persatuan Indonesia”, sangat penting untuk ditegakkan kembali dalam konteks ini, terutama di dunia digital.
Bahaya Disinformasi
Dia menambahkan bahwa masalah lain yang harus diperhatikan adalah bahaya disinformasi yang berasal dari luar negeri dan digunakan untuk mengganggu stabilitas negara.
Dia menyatakan bahwa, sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia memiliki posisi strategis dalam konteks geopolitik internasional. Dan bahwa ruang digital Indonesia bukanlah tempat yang kosong.
Baca juga : Deklarasi Strategis Bidang kebudayaan Antara Indonesia – Prancis, Begini Kata Presiden Prabowo
(Anisa-red)
