Intra62.com – Tentang Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Badan Geologi meminta kepada para warga untuk tetep waspada terhadap potensi ancaman erupsi freatik dari Gunung Lakon.
“Untuk saat ini potensi ancaman bahaya dari aktivitas Gunung Lakon adalah terjadinya erupsi freatik (letusan dari kontak uap magma dengan air hidrotermal) dengan tiba-tiba dan dapat diikuti dengan erupsi freatomagmatik-magmatik,” ungkap Sugeng Mujiyanto, Kepala Badan Geologi yang menangani Gunung Lokon, Senin (17/07/23).
Letusan-letusan bisa disertai dengan lontaran material pijar seukuran lapili hingga bongkahan dan hujan abu tebal bersamaan atau tanpa diikuti aliran awan panas dari letusan secara tiba-tiba.
“Warga yang berada di sekitar alur Sungai Pasahapen diminta agar tetap waspada terhadap potensi terjadinya awan pana.” ujarnya.
Berdasarkan hasil pengamatan visual aktivitas Gunung Lokon, terlihat embusan asap warna putih samar sampai tebal dengan tinggi maksimum sekitar 500 meter di atas kawah.
Kegempaan Gunung Lokon didominasi oleh gempa embusan dan gempa vulkanik dangkal (VB).
Baca juga : Rakornas BNPB, Kapolri Bicara Langkah Konkret Manajemen Risiko Bencana
Dilihat dari data cenderung terdapat peningkatan yang cukup signifikan. Sejak 13 Juni 2023, 18.50 WITA terekam adanya gempa tremor dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan lama gempa 7.200 detik.
Cuaca di sekitar Gunung Lokon masih musim hujan. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terjadinya lahar hujan di alur Sungai Pasahapen serta alur sungai lainnya yang berhulu di puncak.
Hasil evaluasi aktivitas vulkanik secara visual maupun instrumental menunjulan terdapat peningkatan aktivitas vukanik.
Hal tersebut pun berdampak pada menaiknya tingkat aktivitas Gunung Lokon dari yang level II (waspada) menjadi level III (siaga) sejak 17 Juli 2023, 18.00 WITA.
