erlaku juga Jakarta , Intra62.com . Akibat Perang Tarif AS-China , Simak Barang yang Bakal Ludes Diborong . Banyak negara telah menahan kebijakan tarif resiprokal Presiden AS Donald Trump.
Oleh karena itu, tarif yang berlaku seragam sebesar 10% berlaku, dengan China menjadi pengecualian. Trump baru-baru ini menetapkan tarif impor China sebesar 125%, naik dari sebelumnya 54%.
China tidak berdiam diri. Pemerintahan Xi Jinping memberlakukan tarif senilai 84% atas barang impor dari Amerika Serikat.
Perlu diingat bahwa penangguhan tarif Trump ke sejumlah negara tidak berarti tarif resiprokal dibatalkan; Trump masih memiliki kesempatan untuk bernegosiasi dengan sejumlah negara.
Peritel menanggapi ketidakpastian ini. Sebagaimana dikutip pada hari Kamis, 4 Oktober 2025. Dikutip melalui CNBC International melaporkan bahwa penggunaan komputer personal meningkat pada kuartal pertama (Q1) tahun 2025.
Peritel sering membeli komputer atau laptop sebelum tarif ditetapkan, menyebabkan harga melambung tinggi.
Menurut Canalys, pengapalan PC akan meningkat lebih dari 9% pada awal tahun 2025. Sementara itu, IDC memperkirakan pertumbuhan 5% secara tahunan. Kira-kira 63 juta komputer akan digunakan.
Sebagai informasi, sebagian besar produk elektronik seperti HP dan laptop dibuat di negara-negara Asia, dengan China sebagai yang terbesar.
IDC menyatakan bahwa pasar jelas menunjukkan peningkatan pada kuartal pertama tahun ini karena baik vendor maupun pengguna akhir mempersiapkan diri untuk dampak tarif AS.
Dalam beberapa hari terakhir, pasar global telah tertekan oleh kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi dan penurunan belanja. Hal ini membuat beberapa peritel menimbun barang yang terkena pungutan.
Lenovo dan HP
Pasar PC hampir stagnan dalam beberapa tahun terakhir setelah lonjakan pembelian selama pandemi COVID-19. Pengiriman meningkat 1% pada tahun 2024 setelah penurunan dua tahun berturut-turut.
Ini berlaku juga Pengiriman Apple diproyeksikan meningkat 14% pada Q1 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, sementara pengiriman Asus meningkat lebih dari 11%. Pengiriman dua produsen PC terbesar, Lenovo dan HP, masing-masing diproyeksikan meningkat sekitar 11% dan 6%.
Baca juga : Rupiah, Ekspor, dan Energi: Ancaman Ekonomi RI di Bawah Presiden Trump 2.0
(Anisa-red)
