Jakarta , Intra62.com . Political Brief di Penghujung Akkhir tahun 1444 H menjadi breaking news . Tulisan yang disajikan oleh Balham wadja SH sebagai Pemimpin Umum Intra62.com dipilih menjadi editorial pagi ini . 18/7/2023.
Dinamika partai politik menjadi simbol kekuasaan yang tidak berujung . Akhir – akhir ini setiap perilaku partai teramat lakukan overacting terhadap situasi kekinian yang tidak kondusif .
Ada partai yang sibuk dengan kasak kasuk menjual dirinya menjadi bakal Cawapres . Komitmen partai yang bagus adalah partai yang konsisten sebagai partai oposisi . Dan yang lebih ngeri adalah partai seperti mengekor yang tidak punya Misi dan Visi ke depan . Tapi yang menarik ada juga partai yang diam tenang dan bergerak mengamati setiap lawan partai lainnya .
Ada juga partai yang mau aman-aman saja , terpenting siapapun yang jadi presiden dia akan ikut . Ada partai yang sibuk dengan koar-koar dengan apel perubahannya untuk menaikkan elektablitas calonnya .
Baca juga : Suhu politik naik , B wadja SH Sekjend DPP AWDI serukan Stop saling bully kepada Bakal Capres
Political Brief
Dalam political brief kali pertama terkait sebagai berikut :
1. Apel siaga perubahan diharapkan: a) ciptakan momentum untuk membalik trend elektabilitas AB yg menurun jadi naik; b) mengalihkan opini publik yg negatif pada Nasdem sehingga banyak caleg dan pengurus mundur serta elektabilitas melemah;
c) show of force untuk menarik bohir politik membiayai agenda dqn kampanye nasdem. Apel yg dilakukan dengan sebagian besar di duga masa bayaran menyebabkan setelah sampai di lokasi dan dilakukan transaksi langsung ditinggal.
2. Kemenkominfo mendapatkan perlakuan khusus dalam kocok ulang kabinet. Selain ditunjuk menteri dan wamen dari latar wartawan non partai . Juga akan dibentuk satgas yg diharapkan mengakselerasi program BTS dan memastikan infrastruktur komunikasi tidak dipergunakan untuk kepentingan partisan di 2024.
3. Wakil PPP menjadi wamenag dan wantimpres sesuai keinginan partai, memberikan posisi yg semakin kuat dari mitra koalisi PDIP di 2024. Kebijakan Jkw ini dapat diindikasikan sebagai dukungan pada koalisi PDIP-PPP.
4. Isu munaslub golkar dinaikkan sebagai tekanan pada AH yg tidak segera menetapkan langkah politik sehingga mesin politik partai tidak bisa segera bekerja dan dikhawatirkan kehilangan momentum untuk menaikkan suara/kursi. AH masih menimbang alternatif koalisi dan deal yg ditawarkan. Sampai saat ini hanya PS yg secara jelas memberi penawaran dan memiliki pendukung kuat di internal golkar. Namun AH masih mencoba melakukan komunikasi politik ke GP.
5. Bergabungnya AP ke timses GP memberikan perimbangan pada PS karena memiliki latar yg sama, militer. Meski PS lebih senior dan kedikenalan yg lebih kuat namun AP lebih memiliki jaringan ke pasukan saat ini dan stamina untuk melakukan political canvassing. ( tim red )
