Jakarta, Intra62.com – Layanan kesehatan nasional akan diperbaiki dengan anggaran ratusan triliun rupiah dari 2027–2029. Ini akan mencakup renovasi 8.001 puskesmas, pembangunan 1.988 puskesmas baru, dan pembenahan 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di seluruh Indonesia.
Menurut Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benyamin Paulus Octavianus, pembangunan puskesmas baru ini bertujuan untuk mengurangi beban pelayanan di daerah yang sangat padat penduduk.
Wamenkes Benyamin Paulus Octavianus menyatakan dalam pernyataan di Jakarta, Kamis bahwa fokus belanja kesehatan ke depan harus bergeser dari pengobatan di rumah sakit menuju pencegahan di fasilitas primer.
Mulai 2027, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memprioritaskan pembenahan infrastruktur terparah sebagai bagian dari program pembenahan nasional. Ini termasuk penambahan unit X-ray mobile di seluruh puskesmas.
Di Bali, sebanyak 119 puskesmas akan direnovasi, empat yang rusak berat akan dibangun ulang, dan tujuh yang melayani lebih dari 60 ribu orang akan dipecah.
Namun, Wamenkes menekankan bahwa kesiapan SDM kesehatan sangat penting untuk mengimbangi modernisasi fasilitas medis.
Menurutnya, meskipun pembelian alat kesehatan dapat dilakukan dengan cepat, mencetak tenaga medis seperti radiografer dan dokter spesialis membutuhkan proses. Pengadaan alat dan persiapan SDM harus dilakukan secara bersamaan untuk memastikan pelayanan prima.
Ia menyatakan bahwa UPTD Puskesmas III Denpasar Barat adalah contoh transformasi daerah yang dulunya merupakan pasar loak dan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) menjadi fasilitas kesehatan inklusif di tingkat daerah.
Baca Juga : Laporan Dugaan Politik Uang Muktamar NU Dari PCNU Sekadau Sedang Diproses Oleh KPK
( Red )
