Jakarta, Intra62.com – Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia saat ini berada dalam kondisi bertahan dalam menghadapi fluktuasi harga minyak global karena gejolak geopolitik.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan di Jakarta, Senin, bahwa strategi mereka tetap sama, yaitu dalam mode “survival mode”. Artinya, mereka selalu siap mengantisipasi gejolak atau dinamika perubahan yang cepat.
Dia menegaskan bahwa keadaan ini telah berlangsung sejak krisis energi global pada Februari 2026.
Anggia mengatakan bahwa pemerintah pasti mengharapkan keadaan global segera membaik, tetapi tidak ada yang bisa menjamin konflik akan berakhir segera.
Akibatnya, Anggia menyatakan bahwa Kementerian ESDM melakukan diversifikasi sumber impor untuk minyak mentah, BBM, dan LPG.
Anggia menyatakan bahwa pemerintah juga terus memperkuat dan memitigasi stok energi untuk memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat.
Ia juga mengatakan bahwa Indonesia menghasilkan 600 ribu barel minyak setiap hari, sehingga menguntungkan ketika harga minyak mentah meningkat di pasar global.
Baca Juga : BBM Non subsidi tetap stabil di Hari Buruh Internasional
Anggia menyatakan bahwa penjualan minyak mentah akan meningkatkan pendapatan negara secara APBN dari sisi PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak).
Sebagai informasi, harga minyak mentah jenis WTI naik lebih dari 6% pada perdagangan Kamis (23/7) ke atas 92 dolar per barel. Harga minyak mentah jenis Brent naik lebih dari 6% hingga menembus 100 dolar per barel, atau harga tertinggi sejak awal Juni 2026.
Selama malam kedua berturut-turut, tidak ada laporan serangan baru dari Amerika Serikat atau Iran, menurut Anadolu pada Senin. Sementara itu, Pakistan dan Qatar meningkatkan upaya mediasi untuk membantu mengurangi konflik antara Washington dan Teheran.
Jeda tersebut disebabkan oleh serangan Amerika Serikat yang berlangsung selama hampir dua pekan yang menyasar infrastruktur militer, sistem pengawasan pesisir, fasilitas rudal dan pesawat nirawak, aset angkatan laut, dan pusat logistik Iran, menurut Komando Pusat AS (CENTCOM).
Sumber pemerintah Pakistan memberi tahu Anadolu bahwa Islamabad dan Doha saat ini memperkuat korespondensi pesan antara Amerika Serikat dan Iran.
Selain itu, harga minyak global turun hingga sekitar 90 dolar AS per barel untuk Brent dan sekitar 84 dolar AS per barel untuk WTI.
( Red )
