Jakarta, Intra62.com –
Produksi minyak PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 meningkat dengan potensi maksimum 4,834,8 barel minyak per hari (BOPD) dari dua sumur pengembangan di wilayah kerja Prabumulih Field, Sumur TLJ-261 dan GNK-113.
Dalam sebuah pernyataan tertulis yang dikirim ke Palembang, Sumsel, pada hari Kamis, General Manager Pertamina EP Zona 4 Djudjuwanto menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan ketahanan energi nasional dengan mengoptimalkan potensi lapangan migas yang sudah ada (eksisting).
Dia mengatakan, “Kami mengoptimalkan potensi lapangan eksisting. Tantangan natural penurunan direspons dengan akurasi teknik pengeboran dan kerja cerdas di lapangan.”
Ia menjelaskan bahwa strategi pengeboran infill drilling dan step out/interfield digunakan untuk mengembangkan dua sumur. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produksi dan memungkinkan penambahan cadangan migas baru.
Sumur TLJ-261, yang terletak di antara Struktur Prabumulih Barat dan Talang Jimar Tengah, dimulai pada 20 April 2026 dan selesai pada 27 Mei 2026.
Hasil uji alir awal (initial flow test) menunjukkan sumur tersebut memiliki potensi produksi sebesar 3.176,8 BOPD dan gas 1,5 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) pada kondisi open flow.
Meskipun demikian, untuk menjaga keberlanjutan produksi dalam jangka panjang, sumur itu akan dioperasikan dengan bukaan choke 9 milimeter, yang akan menghasilkan produksi reguler sekitar 707 BOPD. Ini adalah bagian dari strategi pengelolaan reservoir.
Setelah pengeboran TLJ-261 berhasil, ada banyak peluang untuk pengembangan lebih lanjut di wilayah kompartemen Talang Jimar Barat.
Sebaliknya, berdasarkan hasil tes aliran awal yang dilakukan pada 31 Mei 2026, Sumur GNK-113 di Struktur Gunung Kemala sektor III memiliki potensi produksi minyak sebesar 1.658 BOPD dan gas sebesar 1,453 MMSCFD.
Salah satu bagian dari program pengembangan lanjutan di wilayah Gunung Kemala adalah pengeboran GNK-113. Keberhasilan ini membuka peluang untuk pengembangan lapangan di bagian utara kompartemen sektor III dan area step out di sisi timur.
Manager SSDP PEP Zona 4 Reza Nur Ardianto, sementara itu, mengatakan bahwa keberhasilan kedua sumur tersebut meningkatkan keyakinan perusahaan tentang potensi pengembangan lanjutan di wilayah Talang Jimar dan Gunung Kemala.
Kami lebih percaya pada potensi pengembangan lanjutan di wilayah Talang Jimar dan Gunung Kemala berkat pencapaian di Sumur TLJ-261 dan GNK-113. Dia menyatakan bahwa PEP Zona 4 berencana untuk melanjutkan pengeboran sumur dengan metode step out/interfield dan infill pada 2027 mendatang. Ini adalah bagian dari upaya mereka untuk mengoptimalkan potensi reservoir di daerah tersebut.
Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Mengoperasikan Dua Kapal Pengangkut LPG
Baca Juga : Program rekrutmen Talenta Unggul PT Pertamina Buka Akses
(Red).
