Jakarta, Intra62.com . Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah . Hal ini untuk mempercepat penyediaan listrik nasional melalui Program Listrik Desa (Lisdes).
Menurut Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Tri Winarno, yang dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM di Jakarta, Selasa, “Program Lisdes merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN). Sehingga diharapkan menjadi prioritas lintas sektor.”
Menurut Tri, masih ada beberapa masalah yang menghalangi pelaksanaan Program Lisdes di lapangan. Ini termasuk proses perizinan, keterbatasan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan pelabuhan, serta ketersediaan lahan untuk pembangunan PLTS komunal.
Menurutnya, Program Lisdes, yang merupakan program prioritas Presiden, memerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah, terutama untuk mengatasi berbagai hambatan pelaksanaan di lapangan.
Akibatnya, Senin (25/5) di Jakarta, ia menggelar Rapat Koordinasi dan Dukungan Fasilitasi Kendala Pelaksanaan Program Lisdes Tahun 2026.
Selain itu, Tri melaporkan bahwa Program Lisdes telah dilaksanakan oleh Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan melalui pembiayaan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Tahun 2025. Target awalnya adalah 1.285 lokasi, tetapi telah dioptimalkan menjadi 1.516 lokasi.
Hingga 30 April 2026, 1.403 lokasi, atau 92,5 persen dari proyek, telah selesai dibangun.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyatakan dalam forum tersebut bahwa ketersediaan listrik merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat untuk mendukung peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Anwar mengatakan, “Kami menargetkan tidak ada lagi satu pun desa di Sulawesi Tengah yang belum menikmati listrik pada tahun 2029. Sulawesi Tengah siap mendukung dan menghadapi berbagai tantangan maupun kendala dalam pelaksanaan program ini.”
Selain itu, dia berharap Program Lisdes, seperti program prioritas nasional lainnya, akan menjadi perhatian bersama pemerintah daerah.
Membangun Lisdes di 2.065 lokasi
Sementara itu, Andriah Feby Misna, Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis, mengatakan bahwa Kementerian ESDM telah menetapkan rencana program Lisdes dari tahun 2025 hingga tahun 2029. Menurut rencana tersebut, pemerintah akan membangun Lisdes di 2.065 lokasi di seluruh Indonesia pada tahun 2026.
Feby mengatakan, “Pemerintah sangat fokus untuk memberikan akses listrik bagi masyarakat. Hal ini menjadi perhatian Bapak Presiden dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menghadirkan keadilan pembangunan hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal, sehingga tidak ada yang tertinggal.”
Baca juga : ESDM Menyatakan Perusahaan Rusia Akan Terus Mengerjakan Blok Tuna Pada Juni.
( Anisa-red )
