Jakarta, Intra62.com . Ekonom : Stablitas konsistensi produksi pangan 2026 sangat penting. Di tengah ketidakpastian pangan di seluruh dunia, ekonom Universitas Indonesia (UI) Ninasapti Triaswati mengatakan bahwa konsistensi produksi pangan nasional sangat penting untuk menjaga stabilitas inflasi dan pertumbuhan ekonomi hingga akhir 2026.
“Pasokan pangan dan produksi khususnya beras sangat mempengaruhi stabilitas, jadi konsistensinya perlu dijaga,” kata Ninasapti dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Di tengah ketidakpastian global dan tekanan pangan global saat ini, sektor pertanian dianggap masih menjadi salah satu komponen ekonomi nasional karena membantu meningkatkan produksi, menjaga stabilitas pasokan, dan mengendalikan harga pangan.
Saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan sebesar 5,61 persen secara tahunan (tahun ke tahun/tahun).
Pada periode yang sama tahun sebelumnya, pertanian berkontribusi sebesar 1,11% terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, menjadi salah satu sumber pertumbuhan utama.
Karena berhubungan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat dan menjadi salah satu sektor penyerap tenaga kerja terbesar . Sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam menopang perekonomian nasional, menurut Ninasapti.
Ia mengatakan konsistensi produksi pangan harus dijaga hingga akhir 2026 agar pertanian dapat mempertahankan peranannya sebagaimana yang ditunjukkan sepanjang 2025. Dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan inflasi pangan.
Karena komoditas pangan terkait langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat, dia menyatakan bahwa keberhasilan menjaga produksi . Dan pasokan pangan domestik dianggap sebagai komponen penting dalam menjaga daya beli masyarakat.
Kondisi tersebut dianggap menunjukkan pasokan pangan domestik yang cukup stabil dan mulai membantu stabilitas harga pangan nasional di tengah ketidakpastian global.
Nilaspati menyatakan bahwa keberhasilan dalam menjaga pasokan dan produksi beras nasional memiliki dampak yang signifikan terhadap kestabilan harga kebutuhan pokok masyarakat.
Peran sektor pangan
“Saya pikir pasokan beras dan juga dari sisi produksi sangat mempengaruhi stabilitas. Saya kira ini perlu dijaga dengan baik,” katanya.
Ia menyatakan bahwa swasembada beras menunjukkan seberapa besar peran sektor pangan dalam mendorong ekonomi negara. Karena beras terkait langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, harga beras dianggap memiliki peran yang signifikan dalam mengontrol inflasi.
“Ini menunjukkan peran makanan dan minuman yang sangat besar, karena beras memiliki peran yang sangat besar dalam mengendalikan inflasi,” katanya.
Ninasapti juga berterima kasih atas kerja keras petani dan bantuan pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan nasional. Dia mengatakan bahwa menjaga swasembada beras berdampak pada stabilitas harga dan membuka banyak peluang kerja di bidang pertanian.
Menurutnya, “Yang jelas beras sudah swasembada. Lapangan pekerjaan pertanian masih terbuka lebar. Dalam beberapa tahun terakhir, minat anak muda untuk terjun ke sektor pertanian juga cukup besar.”
Saat ini, stok beras yang disebutkan oleh pemerintah telah mencapai lebih dari 5 juta ton dan disimpan di gudang-gudang Perum Bulog di berbagai wilayah. Kondisi ini dianggap memiliki peran penting dalam mempertahankan ketahanan pangan nasional dan mengantisipasi perubahan di pasar global.
Ninasapti menyatakan, “Saya kira sektor pertanian hari-hari ini adalah yang memiliki kekuatan pada bangsa kita.”
Baca juga : Bulog Memastikan Keamanan Stok Beras-Minyak Goreng Hingga Akhir Tahun.
( Anisa-red )
