Jakarta, Intra62.com –
Menurut Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, keterampilan digital sumber daya manusia nasional sangat penting untuk mengatasi tantangan yang muncul dari perkembangan digitalisasi global, seperti kecerdasan buatan (AI).
“Tantangan kita bukan hanya jumlah, tetapi kualitas dan kesesuaian keterampilan, karena dunia kerja sedang mengalami perubahan besar akibat AI dan digitalisasi,” kata Wamenaker dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Selain itu, pria yang sering disapa Ferry itu menekankan perubahan signifikan yang terjadi di dunia kerja, di mana kesesuaian keterampilan diperlukan. Dari 218,85 juta orang yang berusia kerja pada November 2025, sebanyak 7,35 juta masih pengangguran, terutama lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK), menurut data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas).
Menurut Wamenker, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggunakan platform SIAPkerja untuk mempercepat pemberdayaan angkatan kerja.
Sistem digital yang terintegrasi ini membantu masyarakat mengakses layanan seperti pelatihan, penempatan, dan sertifikasi dengan lebih efisien.
Selain digitalisasi layanan, Kemnaker berkonsentrasi pada pelatihan berbasis kompetensi yang membantu meningkatkan keterampilan teknis (hard skill) dan soft skill. Selain itu, sertifikasi adalah pengakuan formal atas keahlian tenaga kerja.
Selain itu, ia menyatakan bahwa program ketenagakerjaan dibangun di atas pilar strategis, terutama untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui peningkatan kurikulum, reskilling, dan upskilling.
Wamenaker Ferry menyatakan bahwa “Kemnaker fokus pada perluasan penempatan tenaga kerja dengan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan. Semua ini didukung oleh reformasi ketenagakerjaan, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan pengelolaan birokrasi yang lebih baik.”
Selain itu, ia menegaskan komitmen pemerintah selama periode 2024–2029 untuk membangun lingkungan ketenagakerjaan Indonesia yang kuat, inklusif, dan adaptif.
“Untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, langkah ini dilakukan melalui penguatan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan tenaga kerja yang kompeten, terlindungi, dan mampu bersaing di tingkat global,” katanya.
Baca Juga : Wamendag: Sinergi Lintas Kementerian Diperlukan Karena Harga Plastik Naik.
Baca Juga : Wamendag: Sinergi Lintas Kementerian Diperlukan Karena Harga Plastik Naik.
(Red).
