• Fri. May 8th, 2026

Surveyor Indonesia: Dunia Bisnis Harus Mengurangi Risiko Perubahan Iklim

ByBunga Lestari

May 8, 2026

Jakarta, Intra62.com –

Menurut Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero), industri harus meminimalkan dampak perubahan iklim.

“Perubahan iklim tidak lagi hanya menjadi masalah lingkungan, tetapi telah menjadi faktor risiko yang perlu dimitigasi secara terukur oleh dunia usaha,” kata Fajar dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Oleh karena itu, pendekatan berbasis data sangat penting untuk memahami risiko yang dapat ditimbulkan oleh usaha terhadap perubahan iklim.

Selain itu, dia menyatakan bahwa perusahaan membutuhkan pendekatan berbasis data untuk memahami potensi risiko yang dapat mempengaruhi operasional, aset, dan keberlanjutan usaha ke depan.

Ia menyatakan bahwa pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), akan memprioritaskan ekonomi hijau sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional karena tantangan perubahan iklim dan potensi bencana hidrometeorologi yang meningkat.

Fajar mengatakan, “Berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi jika tidak ada langkah mitigasi dan adaptasi yang memadai.”

Ia mengatakan perusahaannya mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi perubahan iklim dan berkomitmen untuk mendukung ekonomi hijau.

Dia menyatakan, “Kami meyakini, bahwa terkait perubahan iklim ini tentunya tidak cukup hanya menjadi perhatian pemerintah semata, tetapi juga perlu langkah strategis yang dilakukan para dunia usaha dan masyarakat.”

Selain itu, Fajar menyatakan bahwa seiring berkembangnya penerapan prinsip ESG di berbagai sektor industri, kebutuhan akan keamanan lingkungan dan penilaian risiko iklim terus meningkat. Salah satu contohnya adalah produk digital SIClirisk yang diluncurkan oleh perseroan.

“Sebagai bagian dari transformasi industri TICC (Testing, Inspection, Certification, and Consultation), pengembangan SIClirisk merupakan bagian dari strategi PT Surveyor Indonesia dalam memperkuat Green Services and Sustainability Assurance.

Ia menyatakan bahwa SIClirisk membantu bisnis dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mengurangi risiko iklim secara lebih menyeluruh dengan menggunakan teknologi geospasial, kecerdasan buatan, dan analisis data.

Fajar mengatakan, “Harapannya, SIClirisk dapat membantu pelaku usaha dalam memperkuat manajemen risiko iklim, meningkatkan transparansi sustainability, dan mendukung transformasi menuju praktik bisnis yang lebih berkelanjutan.”

Baca Juga : Kemenekraf Melakukan Survei Tentang Kerja Sama Tim Dalam Pengembangan Konten Animasi.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/