Jakarta, Intra62.com –
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap informasi yang menyesatkan dan provokasi yang tersebar di media sosial, karena dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
Saat berbicara di Kongres VII Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) di Jakarta, Kamis, Dudung menyatakan bahwa saat ini ada banyak konten dengan bahasa provokatif di media sosial yang bertujuan untuk mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.
Oleh karena itu, mari kita pasang mata dan telinga kita untuk tetap mendengar dan melihat hal-hal positif. Dudung mengatakan bahwa seseorang tidak boleh terbawa dengan informasi palsu kemudian.
Dia menyatakan bahwa sangat penting untuk tetap waspada terutama di era “post truth”, di mana kebohongan dapat dianggap benar jika disampaikan secara konsisten.
Jadi waspada dengan setiap informasi itu, katanya.
Dia juga menekankan bahwa perang informasi sedang berlangsung untuk melemahkan internal.
Contohnya adalah apa yang terjadi di Venezuela: sebelum AS melakukan serangan dan menangkap Nicolas Maduro, sempat terjadi ketegangan di dalam negeri, yang menyebabkan tidak ada perlawanan.
Melihat situasi di negara lain, dia menekankan kembali pentingnya mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa, di mana Indonesia telah memiliki moto nasional, “Bhinneka Tunggal Ika”, yang berarti berbeda tetapi satu.
Dudung Abdurachman menyatakan bahwa ada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang harus kita pelihara, yaitu menghormati perbedaan, mendahulukan kepentingan umum, rela berkorban, pantang menyerah, gotong royong, optimisme, kekeluargaan, dan nasionalisme.
Baca Juga : Ekonomi: Upaya Pengalihan Pasar Ekspor Diperkuat oleh Perjanjian Dagang.
Baca Juga : Menurut KSP, 13 Juta Orang Indonesia Telah Memanfaatkan CKG.
(Red).
