Jakarta, Intra62.com –
Rumah Sakit Polisi Kramat Jati di Jakarta Timur masih mengidentifikasi jenazah dari sepuluh kantong jenazah korban kecelakaan kereta rel listrik Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4).
Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono, Selasa, bahwa ada sepuluh kantong jenazah yang diterima di RS Polri.
Tim forensik saat ini mengidentifikasi semua jenazah untuk memastikan identitas mereka sebelum diserahkan kepada keluarga.
Prima menyatakan, “Kantong jenazah yang kami terima sedang diidentifikasi.”
Dia menyatakan bahwa kantong jenazah mulai datang ke RS Polri pada Selasa pagi sekitar pukul 03.00 WIB.
Namun, proses identifikasi belum selesai hingga saat ini. Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) terus mencocokkan data sebelum kematian (ante mortem) dan setelah kematian (post mortem) untuk memastikan identitas korban secara akurat.
Identitas korban dan jumlah yang telah diidentifikasi belum diungkapkan oleh Prima. Seluruh proses terus berlanjut dan akan membutuhkan waktu.
Untuk mencegah kesalahan dalam proses pengenalan jenazah, pihak RS Polri menyarankan keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk menunggu hasil identifikasi resmi dari tim DVI.
Korban meninggal dunia yang dilaporkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjadi 14 setelah tabrakan kereta Commuter Line dengan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam.
Sejauh pukul 08.45 WIB, 14 orang meninggal dunia, kata Bobby Rasyidin, direktur utama KAI.
Korban meninggal dunia kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diidentifikasi. Sementara itu, 84 korban luka telah dirawat di beberapa rumah sakit.
Baca Juga : RS Polri Meminta Korban KRL di Bekasi Timur Melapor ke Posko DVI.
Baca Juga : Polri Menjamin Ketersediaan Layanan 110 Di Seluruh Indonesia.
(Red).
