Jakarta, Intra62.com –
Keluarga korban kecelakaan kereta CommuterLine dan Kereta Diesel jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur diminta oleh Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk melapor ke posko identifikasi korban bencana (Disaster Victim Identification/DVI).
Kepala Biro Kedokteran Polisi (Karo Dokpol) Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Dr. Nyoman Eddy, menyatakan pada Selasa di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, bahwa “Kami sudah siapkan posko untuk keluarga korban. Di sana akan dilakukan pengumpulan data sebelum kematian (ante mortem) untuk kepentingan identifikasi.”
Nyoman menyatakan bahwa posko tersebut didirikan untuk membantu proses identifikasi korban kecelakaan yang terjadi pada Senin (27/4) malam.
Nyoman menyatakan, “Kami membantu keluarga korban yang merasa kehilangan anggota keluarganya setelah kecelakaan yang terjadi pada Senin (27/4) malam.”
Selain itu, data ante mortem termasuk informasi medis, karakteristik fisik, dan barang pribadi korban. Hasil pemeriksaan sesudah kematian (post mortem) terhadap jenazah yang telah dievakuasi akan dicocokkan dengan data ini.
Hingga saat ini, sepuluh kantong jenazah telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Namun, karena proses pemeriksaan masih berlangsung, seluruh korban belum dapat diidentifikasi.
Nyoman menyatakan bahwa seluruh kantong jenazah masih dalam proses pemeriksaan. Identitas korban belum diketahui dan akan kami pastikan melalui proses rekonsiliasi data.
Nyoman mengatakan bahwa tim di lokasi kejadian masih melakukan penyisiran untuk mengetahui berapa banyak korban. Dinilai bahwa proses ini sangat penting untuk mendapatkan data yang akurat tentang efek kecelakaan.
Korban yang terluka tidak dibawa ke RS Polri Kramat Jati, tetapi langsung dibawa ke beberapa rumah sakit di daerah Bekasi untuk mendapatkan perawatan medis.
Nyoman mengatakan, “Untuk korban luka, semuanya ditangani di rumah sakit sekitar Bekasi.”
Keluarga belum mengambil jenazah hingga saat ini karena semua masih menunggu proses identifikasi. Polisi memastikan proses tersebut dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur.
Korban meninggal dunia yang dilaporkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjadi 14 setelah tabrakan kereta Commuter Line dengan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam.
Sejauh pukul 08.45 WIB, 14 orang meninggal dunia, kata Bobby Rasyidin, direktur utama KAI.
Korban meninggal dunia kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diidentifikasi. Sementara itu, 84 korban luka telah dirawat di beberapa rumah sakit.
Baca Juga : Polri Menjamin Ketersediaan Layanan 110 Di Seluruh Indonesia.
(Red).
