Jakarta, Intra62.com –
Untuk mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Kalteng) mengerahkan sebanyak 7.000 personel gabungan.
Di Palangka Raya, Senin, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan menyatakan, “Kami telah melaksanakan apel gelar pasukan untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana mitigasi karhutla.”
Dia menyatakan bahwa 7.000 orang itu berasal dari gabungan dari TNI, Polri, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, dan Basarnas.
Personel gabungan diberi instruksi untuk melakukan patroli rutin di tempat-tempat yang mungkin mengalami karhutla. Selain itu, pemantauan jalur udara dioptimalkan untuk mencapai lokasi yang sulit diakses.
Iwan juga meminta seluruh personel untuk segera menangani titik api agar tidak merembet ke tempat lain dan membahayakan nyawa masyarakat.
Dia menambahkan, “Perkuat komunikasi antar personel, sehingga petugas segera bertindak ketika mendapatkan informasi titik api.”
Iwan juga mengimbau seluruh komunitas untuk tidak membakar untuk membuka lahan. Setiap pihak, termasuk media massa, diminta untuk berpartisipasi dalam sosialisasi pencegahan karhutla.
Selain itu, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyatakan kesiapan pemerintah untuk mengoptimalkan mitigasi karhutla dengan memprioritaskan upaya pencegahan sejak dini.
Terangnya, “Kami telah melaksanakan sinergi lintas sektor, baik dengan Polda, Kodam dan lainnya, untuk bekerja sama untuk mencegah karhutla.”
Pemprov juga terus berkolaborasi dengan berbagai pihak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), untuk memantau perkembangan kondisi alam. Ini memungkinkan pemprov untuk menyesuaikan status daerah untuk membantu mempercepat penanganan di lapangan.
Baca Juga : Komite Hak Asasi Manusia Menyatakan Bahwa Daerah Sumut, Jabar, dan Kalteng Rawan Konflik Agraria.
Baca Juga : Program Vokasi Dilaksanakan di Kalteng untuk Menyiapkan Generasi Muda yang Unggul dan Terampil.
(Red).
