• Thu. Sep 17th, 2026

Dinilai Bahwa Aksi Borong BBM Dapat Menyebabkan Kelangkaan

ByAF

Mar 17, 2026

Jakarta, Intra62.com –

Tulus Abadi, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), menyarankan masyarakat untuk menghindari panik membeli bahan bakar minyak (BBM) karena dapat menyebabkan kelangkaan dan meningkatkan harganya.

“Aksi panic buying itu aksi instan dan bahkan egois, yang tidak akan menyelesaikan masalah. Jadi, sebaiknya masyarakat konsumen tidak melakukannya,” kata Tulus dalam sebuah pernyataan di Jakarta, Selasa.

Dia berpendapat bahwa masyarakat harus segera memikirkan cara untuk memitigasi efeknya dengan mengontrol konsumsi bahan bakar fosil, seperti menggunakan angkutan umum untuk aktivitas dan perjalanan sehari-hari.

Sebaliknya, dia mendorong pemerintah untuk membuat kebijakan komprehensif dan logis untuk mengendalikan konsumsi bahan bakar fosil. Ini akan memungkinkan masyarakat untuk mempertimbangkan fenomena tersebut secara rasional.

Tulus berpendapat bahwa hal-hal yang dapat dipertimbangkan termasuk penerapan kebijakan bekerja dari rumah atau dari mana saja (WFH/WFA), pengurangan hari kerja, dan pengurangan jam kerja, seperti yang dilakukan oleh banyak negara. Selain itu, dapat dipertimbangkan untuk mempertimbangkan kembali penggunaan kuota bahan bakar bersubsidi sebesar 60 liter per hari untuk pertalite.

Secara nasional, konsumsi pertalite kendaraan pribadi rata-rata hanya 19,5 liter per hari. Tulus menyatakan bahwa dampak sosial ekonomi dari menaikkan harga BBM lebih besar daripada mengevaluasi kuota konsumsi BBM bersubsidi.

Dia juga menyatakan bahwa kekhawatiran bahwa perang AS-Israel terhadap Iran dapat mengganggu pasokan BBM di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Dia menyatakan bahwa kondisi tersebut dapat dipahami karena selama bertahun-tahun, Indonesia telah menerima pasokan gas elpiji dan BBM dari wilayah Timur Tengah.

Karena disinyalir akan menyebabkan kelangkaan BBM di pasar, fenomena tersebut menimbulkan banyak kekhawatiran bagi masyarakat.

Selain itu, untuk menghemat BBM, pemerintah memulai wacana kebijakan WFH untuk ASN.

Tulus menyatakan, “Walaupun wacana ini tidak sepopuler dibandingkan negara lain, namun dari sisi pengendalian konsumsi cukup bisa dipahami. Tetapi di sisi lain, masyarakat khawatir akan adanya pengurangan kuota, bahkan kelangkaan.”

Dia menyatakan bahwa akibatnya, masyarakat mulai menjual BBM, seperti di Aceh dan Jember.

Sangat penting untuk diingat bahwa jika tidak segera dihentikan, tindakan borong BBM dikhawatirkan akan semakin meluas.

Baca Juga : ReforMiner Institute: Penting Untuk Memberi Tahu Masyarakat Tentang Stok BBM

Baca Juga : Menkeu Belum Memiliki Rencana untuk Menaikkan Harga BBM Subsidi Karena Kenaikan Harga Minyak.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/