Jakarta, Intra62.com – Untuk memantau perkembangan pencarian tiga Anak Buah Kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia yang dilaporkan hilang di Selat Hormuz, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat terus bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Di Jakarta, Senin, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM terus bekerja sama dengan Kemenlu dan P2MI untuk memantau.
Sebelumnya, kapal tugboat Musaffah 2 meledak dan tenggelam di Selat Hormuz pada Jumat (6/3), mengakibatkan hilangnya tiga dari empat Anak Buah Kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia.
Namun, satu WNI selamat tetapi mengalami luka-luka.
ABK Kapal Musaffah 2 berbendera Uni Emirat Arab (UEA) adalah tiga WNI yang hilang.
Saat Iran menutup Selat Hormuz setelah serangan AS dan Israel, kapal meledak dan tenggelam.
Salah satu jalur ekspor minyak terpenting di dunia adalah Selat Hormuz, yang menghubungkan produsen minyak Teluk utama, seperti Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab, dengan Teluk Oman dan Laut Arab.
Namun, sejak konflik Iran-AS-Israel memanas, selat tersebut kini menjadi salah satu tempat paling tegang di Timur Tengah.
Baca Juga : 249 WNI Yang Dipulangkan Dari Kamboja Dinilai Oleh Bareskrim Polri.
Baca Juga : Kemlu Memulangkan Kembali 91 WNI dari Myanmar.
(Red).
