Jakarta , Intra62.com . Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan bahwa akibat agresi Israel, Sabtu (7/3/2026 ), sekitar 100.000 orang mengungsi ke Lebanon. Dan memperingatkan bahwa jumlah tersebut mungkin lebih besar. Peringatan evakuasi yang belum pernah terjadi sebelumnya telah dikeluarkan oleh tentara Israel.
Disebutkan bahwa orang-orang dipaksa untuk meninggalkan banyak wilayah di seluruh Lebanon oleh pasukan Zionis.
Menurut Imran Riza, Koordinator Kemanusiaan PBB di Lebanon, keadaan selama dua hari terakhir belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal jumlah peringatan dan perintah evakuasi yang dikeluarkan serta kepanikan yang terjadi di seluruh negeri.
Sejauh ini, sekitar 100.000 orang tinggal di sekitar 477 penampungan bersama. Sekitar 57 penampungan masih memiliki ruang tambahan, tetapi kapasitasnya langsung penuh.
Warga Lebanon, menurut Riza, sangat terkejut dan bingung ketika Zionis Israel memberi tahu mereka akan evakuasi.
“Warga berhamburan ke mana-mana tanpa tujuan yang pasti, dan saya yakin jumlahnya akan langsung bertambah,” katanya, mengutip situasi serupa di penampungan Beirut, di mana jumlah keluarga meningkat dari 90 menjadi 150 keluarga per hari.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa serangan Israel di Lebanon menewaskan 123 orang dan melukai 683 lainnya.
Riza juga menyatakan bahwa banyak petugas kesehatan tewas dan terluka, sehingga hukum humaniter internasional harus dihormati.
Setelah beberapa hari lalu, pertempuran antara Israel dan Hizbullah kembali memanas, Lebanon kembali terlibat dalam konflik regional.
Negara-negara yang berbatasan dengan Israel tidak memiliki sistem pertahanan udara yang efektif untuk melawan serangan udara dan rudal Israel. Pesawat Israel telah memasuki wilayah udara Lebanon tanpa perlawanan, menyasar target di seluruh negeri, menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat.
Baca juga : Mesir dan Irak menyerukan deeskalasi regional untuk mencegah kehancuran Timur Tengah.
