• Sat. May 2nd, 2026

Selama Ramadhan – Lebaran , BNI minta masyarakat Waspada ” Kejahatan Siber “.

ByAF

Feb 24, 2026
Selama Ramadhan - Lebaran , BNI minta masyarakat Waspada " Kejahatan Siber ".

Jakarta , Intra62.com . – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, atau BNI, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan siber. Khususnya phishing, mengingat meningkatnya aktivitas transaksi selama Ramadhan dan menjelang Lebaran 2026.

Pelaku kejahatan digital sering memanfaatkan momentum pencairan tunjangan hari raya (THR) untuk mendorong tabungan masyarakat.

Menurut Okki Rushartomo, sekretaris korporasi BNI, peningkatan transaksi keuangan selama bulan Ramadhan meningkatkan kemungkinan serangan siber.

Okki mengatakan bahwa konsumen harus lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang semakin canggih. Terutama menjelang Lebaran, ketika banyak transaksi keuangan terjadi.

Ia menyatakan bahwa phishing masih merupakan salah satu jenis kejahatan siber yang paling umum.

Modus ini memungkinkan pencuri untuk mencuri data pribadi seperti username, kata sandi, kode OTP (one-time password), dan informasi kartu kredit.

Serangan phishing biasanya dilakukan melalui email, SMS, panggilan telepon, dan media sosial.

Pelaku meyakinkan korban dengan mengklik tautan palsu, membuka lampiran berbahaya, atau memberikan data sensitif tanpa disadari.

Okai menjelaskan bahwa phishing dapat menjadi pintu masuk kejahatan yang lebih serius. Seperti pencurian identitas, pengambilalihan akun, dan transaksi ilegal yang merugikan konsumen.

Serangan yang memanfaatkan AI semakin tertarget, menurut tren terbaru.

Beberapa karakteristik yang harus diperhatikan termasuk alamat email pengirim yang mencurigakan. Penggunaan sapaan umum seperti “Pelanggan yang Terhormat”, penggunaan bahasa bernada mendesak, dan tautan yang terlihat seperti situs resmi tetapi sebenarnya memiliki alamat URL yang berbeda.

BNI menyarankan pelanggan untuk selalu memeriksa alamat pengirim untuk memastikan bahwa pesan tersebut berasal dari sumber resmi.

Selain itu, masyarakat diminta untuk mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA), menghindari lampiran dari pengirim yang tidak dikenal. Dan menggunakan kata sandi yang kuat dan unik.

Okki menegaskan, “Tak lupa dan paling penting, jangan sembarangan klik link atau tautan yang dibagikan melalui email, chat, SMS, dan sebagainya.”

Silakan BNI Call

Selain itu, pelanggan harus memastikan bahwa mereka tidak membagikan data pribadi mereka. Seperti PIN, password, atau kode OTP, kepada siapa pun, termasuk orang yang mengklaim bekerja untuk bank.

Masyarakat dapat melaporkan aktivitas mencurigakan atau dugaan phishing melalui email cert@bni.co.id.

BNI menyatakan bahwa semua informasi resmi hanya dapat diakses melalui kanal resmi perusahaan. Seperti BNI Call 1500046, akun Instagram @bni46, akun X @BNI dan @BNICustomerCare, serta akun Facebook BNI.

Selain itu, Anda dapat menghubungi Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), yang berlokasi di iasc.ojk.go.id . Hal ini untuk mengajukan pengaduan tentang dugaan penipuan yang berkaitan dengan rekening BNI.

BNI menekankan bahwa keamanan digital adalah tanggung jawab kedua pihak: bank dan konsumen.

Dengan meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan dalam bertransaksi. Masyarakat diharapkan dapat menjaga keamanan dana, termasuk THR, dan mencegah kejahatan siber yang semakin meningkat.

Baca juga : Pada tahun 2025, Permata Bank akan menghasilkan laba bersih sebesar Rp3,6 Triliun.

( Anisa-red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/