Jakarta, Intra62.com – Selama libur panjang Imlek, kepolisian resor Cianjur, Jawa Barat, melihat peningkatan jumlah kendaraan yang melintasi jalur utama Puncak-Cianjur. Akibatnya, rekayasa arus, termasuk penggunaan sistem satu arah, dilakukan lebih cepat.
Di Cianjur, Selasa, Kasatlantas Polres Cianjur AKP Aang Andi Suhandi menyatakan bahwa sejak beberapa hari terakhir, volume kendaraan telah meningkat sekitar 20% karena berbagai destinasi wisata, hotel, dan restoran di kawasan Puncak-Cipanas.
Tidak ada antrean panjang kendaraan yang terlihat, tetapi di beberapa lokasi yang rawan, seperti pertigaan Hanjawar, Cibodas, dan Pasar Cipanas, laju kendaraan tersendat. Namun, setelah petugas pengurai diturunkan, laju kendaraan kembali lancar.
Dia mengatakan bahwa keadaan umum tetap lancar meskipun terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang didominasi dengan nopol Jabotabek, bersama dengan wisatawan lokal yang ingin melakukan tradisi “papajar” untuk menyambut bulan puasa.
Sistem satu arah padi digunakan setiap pagi, siang, dan petang untuk mengimbangi volume kendaraan yang kembali ke kota asal mereka setelah berlibur di tempat wisata. Puluhan petugas disiagakan di jalur Cipanas-Puncak, terutama di titik rawan macet.
Selain mengatur lalu lintas dengan rekayasa arus, mereka juga mengimbau pengendara untuk tertib berlalu lintas dengan tidak keluar jalur saat terjadi antrean.
Untuk mencegah macet total selama puncak arus balik libur panjang pada hari Selasa, berbagai upaya dilakukan untuk mempercepat penerapan sistem satu arah setelah berkoordinasi dengan Polres Bogor.
Ketika terjadi antrean dengan ekor lebih dari dua kilometer, petugas melakukan berbagai tindakan, termasuk menerapkan sistem satu arah, untuk mencairkan antrean sehingga tidak terjadi macet total.
Dia memberi tahu pengendara untuk mematuhi aturan lalulintas dan mendengarkan imbauan petugas agar tidak terjebak dalam antrean hingga berjam-jam. “Kami imbau pengendara mematuhi aturan lalulintas dan tidak keluar jalur ketika terjadi antrean,” katanya.
(Red).
