• Thu. Apr 23rd, 2026

Jerman dan Italia tidak dapat berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian Karena Konstitusi Mereka.

ByBunga Lestari

Jan 24, 2026

Jakarta, Intra62.com – Pada hari Jumat, 23 Januari, Jerman dan Italia menyatakan keinginan mereka untuk bergabung dengan upaya Dewan Perdamaian yang dipimpin AS, tetapi mereka menegaskan bahwa ada hambatan konstitusional yang menghalangi mereka untuk melakukannya. Posisi Italia ditunjukkan sebagai berikut. Kami terbuka dan ingin berpartisipasi dalam inisiatif ini.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengatakan dalam konferensi pers bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz di Roma, “Saya juga berpikir Jerman dapat memainkan peran penting karena ini menyangkut stabilisasi Timur Tengah.”

Meloni menilai upaya yang dapat meningkatkan gencatan senjata dan mendorong solusi dua negara yang melibatkan kedua negara.

Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa terdapat hambatan hukum. Menurutnya, dengan organisasi inisiatif seperti saat ini, partisipasi Italia akan melanggar konstitusi.

Pendapat Kanselir Jerman selaras dengan pernyataan Meloni. Merz menyatakan bahwa beberapa pekan sebelumnya ia telah memberi tahu Presiden AS Donald Trump bahwa ia bersedia bergabung dengan dewan perdamaian jika rencana awalnya akan membantu proses perdamaian di Gaza, yang hingga saat ini belum dimulai.

Merz menambahkan bahwa karena struktur dewan perdamaian saat ini, Jerman tidak dapat menerima sistem yang ada.

Namun, ia menegaskan bahwa Jerman tetap terbuka untuk mendiskusikan cara lain untuk bekerja sama dengan AS untuk mendorong perdamaian di berbagai wilayah dunia. Pada Kamis (22/1), Dewan Perdamaian didirikan di Davos.

Organisasi ini awalnya dibentuk untuk mengawasi gencatan senjata dan rekonstruksi di Gaza. Ini muncul sebagai tanggapan atas gencatan senjata yang dicapai pada Oktober sebagai bagian dari rencana 20 poin yang diajukan Trump.

Namun, piagam dewan memperluas tanggung jawabnya untuk membantu menciptakan perdamaian di seluruh wilayah yang terdampak atau berisiko konflik.

Baca Juga :Survei: Sebagian Besar Warga Jerman Khawatir Tentang Serangan Pasar Natal.

Baca Juga : Revitalisasi Sekolah Reguler Ramah Disabilitas Adalah Harapan Komisi X.

(Red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/bonus-new-member/

https://sdlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/

https://paudlabumblitar.sch.id/wp-content/spaceman/