Jakarta, Intra62.com – Yasmine Praz Dessimoz, Direktur Operasi Komite Internasional Palang Merah (ICRC), memberi tahu RIA Novosti bahwa komite meminta masyarakat Komunitas Internasional untuk meningkatkan dukungan kemanusiaan untuk Afghanistan.
Praz Dessimoz mengatakan, “Masyarakat komunitas internasional harus meningkatkan dukungannya, karena organisasi kemanusiaan tidak dapat dan tidak diamanatkan untuk secara efektif menggantikan sektor publik yang berfungsi dalam jangka panjang. Selain itu, pendanaan kemanusiaan menurun, sehingga mengurangi akses bantuan bagi kelompok yang paling rentan.”
Dia menambahkan bahwa orang-orang yang sudah menghadapi banyak kesulitan akan sangat dipengaruhi oleh keputusan untuk kembali ke Afghanistan.
Banyak dari mereka yang mungkin telah meninggalkan Afghanistan bertahun-tahun yang lalu akan mengalami kesulitan untuk kembali ke sana. Eksekutif ICRC tersebut menyatakan bahwa reintegrasi yang bermartabat dan aman membutuhkan sumber daya yang jarang tersedia, belum lagi tekanan tambahan yang akan muncul setelah musim dingin.
Selain itu, Praz Dessimoz menekankan pentingnya memastikan bahwa keputusan untuk kembali dibuat secara sukarela dan berdasarkan penilaian individu dan keputusan yang matang.
Dia menegaskan bahwa pemulangan harus dilakukan dalam kondisi aman dan bermartabat. Hanya dalam kondisi ini, pemulangan akan menjadi solusi yang permanen dan berkelanjutan, mencegah pengungsian dan penderitaan warga lebih lanjut.
Pada Desember, Menteri Pengungsi dan Repatriasi Afghanistan Abdul Kabir menyatakan bahwa dalam empat tahun sejak Taliban kembali berkuasa, sekitar 6,8 juta pengungsi telah kembali ke Afghanistan.
Menurut beberapa organisasi internasional, lebih dari enam juta pengungsi Afghanistan saat ini berada di lebih dari 100 negara.
Negara-negara yang paling banyak menerima pengungsi dari Afghanistan adalah Iran, Pakistan, dan Jerman.
Baca Juga : Kementerian Gaza Menerima 30 Mayat, Beberapa Korban Penyiksaan.
Baca Juga : Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Tetapkan Darurat Bencana Nasional
(Red).
