Jakarta , Intra62.com . PBB sebut Aksi AS di Venezuela berbahaya hingga Tawarkan bantuan Longsor di Indonesia . Pada hari Sabtu (3/1), juru bicara Stephane Dujarric menyatakan bahwa tindakan militer AS terhadap Venezuela dianggap mengkhawatirkan . Disebut oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan berpotensi menimbulkan “preseden berbahaya”.
Meskipun keadaan di Venezuela, beberapa perkembangan ini merupakan preseden yang berbahaya. Melalui pernyataannya, Dujarric menyatakan bahwa Sekretaris Jenderal terus menekankan bahwa semua pihak harus menghormati sepenuhnya hukum internasional, termasuk Piagam PBB.
Sekjen sangat khawatir tentang pelanggaran aturan hukum internasional.
Seorang juru bicara PBB menyatakan bahwa dia “sangat prihatin dengan eskalasi baru-baru ini di Venezuela”. Dan memperingatkan tentang “potensi implikasi yang mengkhawatirkan bagi kawasan tersebut.”
Dalam pernyataannya, Guterres meminta semua pihak di Venezuela untuk berpartisipasi dalam dialog inklusif. Yaitu dengan menghormati secara penuh hak asasi manusia (HAM) dan supremasi hukum.”
PBB tawarkan bantuan Longsor & banjir di Indonesia
Sementara itu PBB menyampaikan belasungkawa atas kematian yang disebabkan oleh banjir dan tanah longsor yang melanda Indonesia dan beberapa negara di Asia Tenggara.
Sekretaris Jenderal Antonio Guterres menyampaikan pernyataan terkait situasi tersebut dalam konferensi pers yang diadakan pada Selasa waktu setempat.
Dujarric menyatakan bahwa dia berduka cita atas kematian akibat banjir dan longsor yang parah di Sri Lanka, Indonesia, Thailand, dan Malaysia.
Ia juga menyatakan bahwa Sekjen PBB berduka atas para korban dan bersedia mendukung upaya kemanusiaan di negara-negara yang terkena dampak.
“Sekretaris Jenderal mengungkapkan belasungkawa yang mendalam kepada para korban . Dan menyatakan bersolidaritas kepada semua yang terdampak banjir besar tersebut,” katanya.
Dujarric menyatakan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa terus berkomunikasi dengan otoritas negara-negara yang terkena dampak . Dan bersedia membantu dalam operasi penyelamatan dan respons bencana.
Dia menyatakan bahwa PBB berkomunikasi secara dekat dengan otoritas di negara-negara tersebut . Dan selalu siap mendukung operasi penyelamatan dan tanggap bencana.
Baca juga : JOGLO SINOM KAWASAN TAMAN SENDANG BANDUNG
(Anisa-red)
