Jakarta, Intra62.com – Bencana alam hidrometeorologi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, telah menyebabkan kerugian bencana pemerintah sebesar Rp4,20 triliun.
Kerugian tersebut disebabkan oleh banjir bandang, banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung, kata Agam Roza Syafdefianti, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lubuk Basung, Senin.
Dia menyatakan bahwa kerugian berasal dari sektor perumahan, infrastruktur, ekonomi, sosial, dan lintas sektor.
Dia mengklaim bahwa kerugian tersebut diperoleh dari pendataan yang dilakukan oleh organisasi perangkat daerah terkait.
Ia menyatakan bahwa kerugian Rp1,59 triliun di sektor perumahan terdiri dari perumahan Rp741,92 miliar dan prasarana lingkungan Rp855,60 miliar.
Sektor infrastruktur mengalami kerugian sebesar Rp2,23 triliun, terdiri dari kerugian transportasi sebesar Rp1,63 triliun, sumber daya air sebesar Rp368,46 miliar, dan air dan sanitasi sebesar Rp234,24 miliar.
Namun, sektor ekonomi mengalami kerugian sebesar Rp341,80 miliar, terdiri dari pertanian sebesar Rp189,51 miliar, perikanan sebesar Rp74,89 miliar, peternakan sebesar Rp31,69 miliar, perkebunan sebesar Rp23,30 miliar, perdagangan sebesar Rp20,60 miliar, dan pariwisata sebesar Rp1,78 miliar.
Namun, sektor sosial mengalami kerugian sebesar 20,76 miliar, terdiri dari 600 juta untuk kesehatan dan 20,1 miliar untuk pendidikan.
Selain itu, kerugian lintas sektor sebesar Rp6,49 miliar terdiri dari pemerintah sebesar Rp3,99 miliar dan lingkungan hidup sebesar Rp2,5 miliar.
Dia menyatakan bahwa kerugian sebesar Rp2,36 triliun dan kerugian sebesar Rp2,71 miliar berasal dari kerusakan tersebut.
Selain itu, bencana yang terjadi di wilayah itu pada akhir November 2025 menyebabkan 163 orang meninggal dunia, 38 hilang, dan dua orang masih dirawat.
Pada hari Senin (22/12), pencarian korban hilang secara resmi dihentikan dengan persetujuan surat dari para ahli waris.
Untuk mempersiapkan rehabilitasi dan rekonstruksi setelah bencana, tanggap darurat diperpanjang dari 23 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
Baca Juga : Bencana Hidrometeorologi Agam Menyebabkan Kerugian Sebesar Rp 59,82 Miliar.
(Red).
